— Google Maps selama ini dikenal luas sebagai aplikasi navigasi untuk mencari jalan dan menentukan rute perjalanan. Namun, bagi pelaku industri pariwisata, layanan milik Google tersebut sebenarnya memiliki sejumlah kemampuan yang bisa dimanfaatkan untuk pekerjaan sehari-hari.

Kehadiran Ask Maps berbasis AI Gemini di Indonesia sejak Agustus 2026 semakin memperluas fungsi tersebut. Fitur ini memungkinkan pencarian tempat dan penyusunan rencana perjalanan dilakukan menggunakan bahasa percakapan, sehingga pekerjaan tour guide, travel planner, maupun operator tur dapat dilakukan dengan lebih praktis.

Ask Maps Bisa Bantu Susun Rencana Perjalanan

Ask Maps menjadi salah satu fitur terbaru yang menarik perhatian. Pengguna dapat memberikan pertanyaan dalam bahasa alami untuk mencari destinasi sesuai kebutuhan.

Misalnya, pengguna bisa meminta rekomendasi tempat wisata keluarga di sekitar Malioboro yang tidak terlalu ramai. Google Maps kemudian dapat memberikan sejumlah pilihan berdasarkan informasi yang tersedia, termasuk kondisi lalu lintas.

Bagi travel planner, kemampuan tersebut bisa digunakan sebagai langkah awal untuk menyusun itinerary tanpa harus mencari lokasi satu per satu.

Buat Daftar Lokasi Bersama Tim

Google Maps juga menyediakan fitur Lists yang memungkinkan pengguna mengumpulkan berbagai lokasi dalam satu daftar. Hotel, restoran, objek wisata hingga lokasi pertemuan dapat dimasukkan ke dalamnya.

Daftar tersebut dapat dibagikan kepada orang lain sehingga anggota tim maupun klien bisa ikut melihat dan mengelola lokasi yang sudah dikumpulkan. Fitur ini berguna ketika sebuah perjalanan membutuhkan koordinasi banyak pihak.

Susun Rute dengan Banyak Pemberhentian

Operator tur yang harus mengunjungi beberapa lokasi dalam satu hari dapat memanfaatkan Multi-stop Route. Melalui menu Directions, sejumlah pemberhentian dapat ditambahkan ke dalam satu perjalanan.

Dengan cara ini, penyusunan rute menjadi lebih mudah karena seluruh titik kunjungan bisa direncanakan sejak awal, dibandingkan memasukkan tujuan baru setiap kali kendaraan tiba di lokasi sebelumnya.

Cek Perjalanan Sebelum Hari Keberangkatan

Google Maps juga memungkinkan pengguna memperkirakan perjalanan untuk waktu yang akan datang. Pengguna dapat memasukkan jadwal keberangkatan atau waktu kedatangan yang diinginkan.

Informasi tersebut berguna bagi penyusun perjalanan untuk memperkirakan durasi perjalanan dan menyesuaikan jadwal kunjungan, terutama ketika rombongan harus mengejar waktu tertentu.

Unduh Peta untuk Wilayah Minim Sinyal

Tidak semua destinasi wisata memiliki koneksi internet yang stabil. Area pegunungan, pedesaan, maupun sejumlah kawasan terpencil bisa menjadi tantangan bagi rombongan wisata.

Google Maps menyediakan Offline Maps yang memungkinkan pengguna mengunduh wilayah tertentu sebelum berangkat. Peta yang telah tersimpan dapat digunakan untuk membantu navigasi ketika koneksi internet tidak tersedia.

Street View Jadi Alat Survei Virtual

Survei lokasi tidak selalu harus dilakukan dengan datang langsung. Street View dapat memberikan gambaran visual mengenai jalan, bangunan dan lingkungan di sekitar destinasi.

Pelaku wisata bisa menggunakannya untuk melihat kondisi akses menuju lokasi, termasuk membantu memperkirakan apakah suatu titik cukup sesuai untuk kebutuhan rombongan. Google Maps juga menyediakan opsi untuk melihat gambar dari waktu berbeda pada lokasi tertentu.

Ukur Jarak Antarlokasi Secara Manual

Fitur Measure Distance dapat digunakan untuk mengetahui jarak garis lurus antara dua titik atau lebih. Kemampuan sederhana ini dapat berguna ketika pengelola destinasi ingin memperkirakan jarak antara fasilitas, area berkumpul, atau lokasi tertentu dalam sebuah kawasan.

Hasil pengukuran juga dapat menjadi informasi tambahan ketika menyusun pergerakan wisatawan di dalam suatu area.

Pantau Tingkat Keramaian Destinasi

Busy Area dan Popular Times dapat membantu pelaku wisata memperkirakan tingkat kepadatan di sebuah lokasi. Informasi mengenai jam ramai bisa menjadi pertimbangan ketika menentukan waktu kunjungan.

Bagi operator tur, data tersebut berpotensi membantu menghindari jam dengan kepadatan tinggi sehingga pengalaman wisata rombongan dapat lebih nyaman.

Bagikan Posisi Rombongan Secara Langsung

Ketika navigasi sedang berlangsung, posisi dan estimasi waktu kedatangan dapat dibagikan secara real-time. Fitur ini memudahkan koordinasi antara rombongan dengan pihak yang menunggu di lokasi tujuan.

Hotel, penyedia transportasi, atau tim penjemput dapat mengetahui perkembangan perjalanan tanpa harus terus-menerus menghubungi pengemudi.

Plus Codes untuk Lokasi Tanpa Alamat Jelas

Destinasi wisata tertentu tidak selalu memiliki alamat jalan yang mudah ditemukan. Dalam kondisi seperti ini, Plus Codes dapat menjadi alternatif untuk menentukan lokasi secara lebih spesifik.

Kode digital tersebut dapat digunakan untuk menunjukkan titik tertentu, misalnya pintu masuk kawasan wisata, dermaga atau area perkemahan yang sulit dijelaskan hanya menggunakan alamat konvensional.

Lens in Maps Kenali Tempat di Sekitar

Lens in Maps memungkinkan pengguna memanfaatkan kamera ponsel untuk mengenali bangunan atau landmark di sekitar. Ketika berada di wilayah yang belum familiar, fitur tersebut dapat membantu mengidentifikasi lokasi sekaligus memperoleh informasi tambahan.

Kemampuan ini dapat menjadi alat pendukung bagi pemandu wisata saat melakukan survei di sebuah kawasan baru.

Immersive View Berikan Gambaran 3D

Untuk kebutuhan perencanaan yang lebih visual, tersedia Immersive View. Fitur ini menghadirkan representasi tiga dimensi untuk lokasi atau rute tertentu, termasuk informasi visual mengenai lingkungan.

Travel planner dapat memanfaatkannya sebagai bagian dari survei virtual sebelum sebuah destinasi dimasukkan ke dalam paket perjalanan. Dengan begitu, kondisi kawasan dapat dipelajari lebih awal tanpa harus selalu melakukan kunjungan fisik.

Beragam fitur tersebut menunjukkan bahwa Google Maps memiliki fungsi yang jauh lebih luas daripada sekadar memberikan petunjuk arah. Jika dimanfaatkan dengan tepat, layanan ini dapat menjadi salah satu alat pendukung bagi pelaku industri wisata dalam melakukan riset lokasi, menyusun perjalanan, dan mengatur koordinasi rombongan.