Teknik berbagai negara di Asia Tenggara atasi banjir

Berbagai negara yang mungkin bisa dijadikan contoh proyek anti banjir di Indonesia.

Editor: Rizki Hidayat
Bagikan:
cover
Memasuki bulan oktober indonesia kini memasuki musim penghujan, pasca turunnya hujan membuat genangan air sudah tampak di sudut kota.

Genangan air yang biasanya meluap dari bibir sungai atau mampetnya saluran drainase membuat kepala daerah kewalahan dalam mengatasi nya.

Banjir sendiri sudah menjadi hal yang kompleks yang di hadapi berbagai daerah di Indonesia sebab jika curah hujan yang tinggi dalam hitungan jam bahkan menit air sudah menggenangi rumah warga.

Tak hanya di temui di daerah-daerah namun di kota besar sekalipun, dengan tatanan kota dengan perancangan yang baik tak dapat di pungkiri banjir menjadi momok yang menakutkan.

Beberapa kepala daerah membuat beberapa taktik yang jitu dari mulai melakukan pengerukan drainase, normalisasi sungai hingga  pembangunan proyek kanal dan waduk.

Namun lagi-lagi beberapa taktik ini kurang maksimal dan efektif dalam penanganan banjir. 

Beberapa aspek mulai dari kesadaran warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, penebangan pohon, hingga buruk nya sistem penangan banjir .
 
Nah, kali ini berbagai negara yang mungkin saja bisa dicontoh untuk proyek anti banjir di Indonesia.

Berikut ulasan taktik berbagai negara di Asia Tenggara dalam penanganan banjir yang di rangkum TOPIK.ID dari berbagai sumber, Selasa (27/10/2020).
[cut]

1. Jepang (Tokyo)

Membangun 5 tempat penampungan air yang di hubungkan dengan tunnel raksasa sepanjang 6,4 km untuk menampung aliran berlebih dari sungai saat, musim hujan badai.

Menariknya, penampungan ini bahkan muat dimasukin oleh pesawat luar angkasa.
[cut]

2. Thailand (Bangkok)

Membuat sistem 'pipi monyet' yang terdiri dari 21 wadah penampungan air hujan yang dapat menampung 30 juta meter kubik air.

Disebut 'pipi monyet' karna air yang ditampung bakal digunakan untuk konsumsi warga bangkok waktu musim panas. Seperti monyet sewaktu menyimpan cadangan makanan di mulut untuk di makan kembali.
[cut]


3. Malaysia (Kuala Lumpur)

Membangun wadah penampungan air raksasa dan terowongan dengan panjang 9,7 km yang disebut Stromwater Management and Road Tunnel (SMART)

Sebagian dari terowongan ini bisa digunakan sebagai jalan bawah tanah bagi warga kuala lumpur pada saat sewaktu terowongan sedang tidak di gunakan.


Bagikan:
Komentar

Terbaru