— Pelatih Athletic Club, Edin Terzic, memberikan pujian khusus kepada bek muda Barcelona, Pau Cubarsi, setelah timnya menelan kekalahan 0-2 dari Blaugrana.

Terzic mengakui bahwa Cubarsi menjadi salah satu pemain yang menyulitkan lini depan Athletic Club sepanjang pertandingan. Bek berusia 19 tahun itu dinilai tampil tenang dan matang, bahkan ketika harus menghadapi tekanan dari para penyerang Athletic.

Menurut Terzic, kemampuan Cubarsi mengingatkan dirinya pada sejumlah bek top dunia yang mampu membuat pekerjaan bertahan terlihat sederhana. Ia menyebut nama Sergio Ramos, Virgil van Dijk, Thiago Silva, dan Giorgio Chiellini sebagai contoh.

“Kalau melihat bek-bek hebat seperti Sergio Ramos, Virgil van Dijk, Thiago Silva, dan Giorgio Chiellini, mereka semua memiliki kemampuan untuk membuat tugas bertahan terlihat sederhana. Namun, apa yang dilakukan Pau Cubarsi di usia baru 19 tahun benar-benar luar biasa,” ujar Terzic.

Pelatih Athletic Club tersebut mengungkapkan bahwa timnya sebenarnya telah mempersiapkan strategi khusus untuk menghadapi Cubarsi. Mereka berusaha mengisolasi sang bek serta mencari celah untuk mengeksploitasi pertahanannya.

Namun, rencana tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Cubarsi justru tampil dengan ketenangan seperti pemain yang sudah memiliki pengalaman bertahun-tahun di level tertinggi.

“Sepanjang pekan, kami sudah mempersiapkan cara untuk menghadapi dia, bagaimana mengisolasinya, dan bagaimana mengalahkannya. Namun ketika pertandingan dimulai, dia bermain dengan ketenangan seperti seorang bek yang sudah melakukan pekerjaan ini selama 15 tahun,” kata Terzic.

Cubarsi juga dinilai sangat baik dalam membaca permainan. Ia mampu mengantisipasi situasi sebelum berkembang menjadi ancaman, memenangkan sejumlah duel penting, serta tetap tenang ketika berada di bawah tekanan.

Salah satu momen yang paling membuat Terzic terkesan adalah ketika Cubarsi melakukan tendangan salto dalam situasi bertahan. Menurutnya, aksi tersebut merupakan sesuatu yang jarang terlihat dilakukan oleh seorang bek.

“Cara dia bertahan menghadapi para penyerang kami benar-benar luar biasa. Dia membaca situasi sebelum terjadi, memenangkan duel-duel penting dan tidak pernah terlihat gugup. Kemudian dia melakukan tendangan salto dalam situasi bertahan. Sejujurnya, saya sudah lama tidak melihat seorang bek melakukan sesuatu seperti itu,” lanjutnya.

Meski mengakui Barcelona pantas meraih kemenangan, Terzic menilai Cubarsi layak mendapatkan apresiasi tersendiri. Beberapa peluang berbahaya yang coba dibangun Athletic berhasil dihentikan oleh pemain muda tersebut.

“Barcelona memang layak memenangkan pertandingan malam ini, tetapi Cubarsi pantas mendapatkan apresiasi khusus. Ada beberapa momen ketika kami merasa telah menciptakan sesuatu yang berbahaya, tetapi dia selalu berada di sana untuk menghentikannya,” tuturnya.

Terzic pun menilai usia muda tidak menjadi penghalang bagi Cubarsi untuk tampil dengan kematangan seorang pemain veteran. Ia menyebut Barcelona memiliki aset yang sangat berharga dalam diri bek asal Spanyol tersebut.

“Usianya baru 19 tahun, tetapi dia bermain dengan kematangan seperti pemain veteran. Barcelona memiliki sesuatu yang sangat istimewa dalam diri Pau Cubarsi, dan malam ini dia tampil luar biasa untuk memastikan keunggulan 2-0 mereka tetap bertahan,” pungkas Terzic.