— Investor asing kembali menunjukkan minat pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan melakukan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 358,2 miliar pada sesi I perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat, 28 Agustus 2026. Aksi ini terjadi meskipun secara keseluruhan investor asing mencatatkan transaksi jual bersih (net sell) Rp 125 miliar pada hari yang sama.

Berdasarkan data yang dirilis Stockbit Sekuritas, volume pembelian saham BBCA oleh investor asing mencapai 55,2 juta saham. Aksi beli ini terjadi saat harga saham BBCA menunjukkan tren penguatan.

Hingga berita ini ditayangkan, saham BBCA tercatat menguat 1,95% ke level Rp 6.525. Dalam sebulan terakhir, saham emiten perbankan ini telah naik 3,5%, namun secara year to date (ytd) masih tercatat turun 19,2%.

Perdagangan Saham BBCA

Data dari Bursa Efek Indonesia (IDX) mencatat total saham BBCA yang ditransaksikan pada hari itu mencapai 87,5 juta lembar. Transaksi ini melibatkan frekuensi sebanyak 16.240 kali dengan nilai mencapai Rp 567,9 miliar.

Pergerakan investor asing pada Jumat ini berbanding terbalik dengan perdagangan sehari sebelumnya, Kamis (27/8/2026). Pada hari itu, saham BBCA justru banyak dijual asing dengan catatan net sell mencapai Rp 34,1 miliar.

Proyeksi Harga Saham BBCA

Dalam catatannya untuk perdagangan Jumat (28/8/2026), CGS International Sekuritas Indonesia memberikan pandangan mengenai target harga saham BBCA. Target terdekat saham BBCA diproyeksikan berada di kisaran Rp 6.442 hingga Rp 6.483. Harga saham saat ini terpantau telah melampaui level tersebut.

Secara teknikal, CGS International Sekuritas Indonesia mengidentifikasi area support untuk saham BBCA berada di rentang Rp 6.283 hingga Rp 6.342.