— RhinoShield, produsen casing pelindung ponsel, melakukan aksi ekstrem dengan menjatuhkan sebuah iPhone 17 Pro dari ketinggian 30.607 meter di atas Kiruna, Swedia. Aksi tersebut dilakukan menggunakan balon udara berteknologi tinggi dan menjadi pengujian ekstrem terhadap kemampuan perlindungan casing RhinoShield.

Image

iPhone 17 Pro tersebut tidak dijatuhkan sendirian, melainkan menggunakan casing RhinoShield AirX. Dalam aksi ini, perangkat dilepaskan tanpa parasut maupun jaring pengaman dan dibiarkan jatuh bebas selama 25 menit.

Selama perjalanan turun, iPhone 17 Pro menghadapi kondisi suhu yang sangat ekstrem, dengan temperatur yang bervariasi antara -40 hingga 140 derajat Fahrenheit.

Image

Aksi tersebut menelan biaya hingga $500.000 dan merupakan hasil kerja sama RhinoShield dengan perusahaan aerospace profesional. Persiapannya juga membutuhkan waktu selama satu tahun sebelum aksi dilakukan.

Setelah perangkat jatuh, tim pemulihan membutuhkan waktu lima jam untuk menemukan kembali iPhone 17 Pro di area hutan. Hasilnya cukup mengejutkan karena perangkat tersebut masih berfungsi secara normal.

Image

iPhone 17 Pro masih dapat digunakan untuk melakukan panggilan telepon dan bahkan mengambil foto. Keberhasilan aksi ini kemudian secara resmi diakui oleh Guinness World Records dengan gelar “Highest Drop of a Mobile Phone in a Phone Case (Natural Landforms).”

Video dokumentasi aksi tersebut juga viral di berbagai platform media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan momen dramatis ketika iPhone 17 Pro diluncurkan dari stratosfer.

Fisika di Balik Ketahanan iPhone 17 Pro

Secara ilmiah, kemampuan iPhone 17 Pro untuk bertahan dalam pengujian jatuh ekstrem tersebut dapat dijelaskan melalui sejumlah faktor. Smartphone memiliki massa yang relatif rendah dan hambatan aerodinamis yang tinggi.

Kondisi tersebut membuat ponsel mencapai kecepatan terminal atau kecepatan jatuh maksimumnya sangat awal dalam proses jatuh. Setelah kecepatan terminal tercapai, tambahan ketinggian tidak lagi memberikan pengaruh signifikan terhadap besarnya dampak ketika perangkat mendarat.

Faktor lain yang turut berperan adalah lokasi pendaratan. iPhone 17 Pro jatuh di area hutan yang memiliki banyak vegetasi. Tumbuhan di kawasan tersebut secara alami berfungsi sebagai bantalan yang membantu meredam benturan.

Kombinasi antara kecepatan terminal yang terbatas dan permukaan pendaratan yang lunak memungkinkan iPhone 17 Pro tetap selamat meskipun dijatuhkan dari ketinggian yang luar biasa.

Teknologi Case RhinoShield AirX

Perlindungan iPhone 17 Pro dalam aksi tersebut didukung oleh case RhinoShield AirX yang dirancang menggunakan teknologi khusus. Material utama casing ini terbuat dari thermoplastic elastomer (TPE) dan dilengkapi dengan ruang bantalan udara 360 derajat.

Selain itu, RhinoShield AirX memiliki struktur kompresi tiga titik yang disebut ShockSpread. Dalam pengujian internal yang dipublikasikan melalui review MacTrast pada Maret lalu, fitur kompresi tersebut diklaim mampu mengurangi dampak benturan dari 4.000 gram menjadi hanya 775 gram.

RhinoShield juga mengklaim bahwa case AirX mampu bertahan dari 24.000 kali benturan saat terjatuh secara acak tanpa menyebabkan ponsel yang berada di dalamnya retak.

Ketahanan tersebut menunjukkan tingkat perlindungan ekstrem yang ditawarkan RhinoShield untuk perangkat seluler, terutama dalam menghadapi benturan.

Harga Case RhinoShield AirX

Case RhinoShield AirX dijual dengan harga $62 atau sekitar Rp1 jutaan. Sementara itu, aksi stunt yang dilakukan perusahaan membutuhkan biaya hingga $500.000. Dengan nilai tersebut, RhinoShield perlu menjual lebih dari 8.000 unit casing untuk menutup biaya aksi tersebut.

Bagi pengguna sehari-hari, case ini menawarkan perlindungan yang jauh melampaui kebutuhan standar. Perlindungan tersebut dapat digunakan untuk menghadapi berbagai kejadian, seperti ponsel terjatuh di tempat parkir maupun insiden tidak terduga lainnya.

Uji Ekstrem dan Ketahanan Perangkat

Aksi RhinoShield menunjukkan adanya perhatian yang semakin besar terhadap ketahanan fisik perangkat seluler, selain berbagai fitur terbaru yang ditawarkan smartphone. Keberhasilan pengujian ekstrem ini juga membuka diskusi mengenai standar ketahanan perangkat seluler.

Meskipun para ahli mengingatkan bahwa kondisi pendaratan dalam pengujian tersebut tidak selalu mencerminkan skenario penggunaan sehari-hari, hasilnya tetap memberikan gambaran mengenai potensi perlindungan yang dapat ditawarkan casing pelindung.

Dari sudut pandang industri, strategi pemasaran RhinoShield melalui aksi tersebut tergolong berani dan efektif. Dengan investasi sebesar $500.000, perusahaan berhasil mendapatkan sorotan global sekaligus membuktikan kualitas produknya melalui pengujian dalam kondisi ekstrem.

Dampak publisitas dari aksi tersebut dinilai tidak ternilai, meskipun secara teknis hasil perlindungan yang sama mungkin dapat dicapai dengan melakukan pengujian dari ketinggian yang lebih rendah.

Bagi pemilik iPhone 17 Pro yang mencari perlindungan maksimal, RhinoShield AirX menawarkan ketenangan pikiran. Penggunaan casing pelindung berkualitas tinggi menjadi pilihan yang masuk akal, terutama jika dibandingkan dengan biaya perbaikan layar atau penggantian perangkat yang dapat jauh lebih mahal.

Aksi tersebut juga menjadi pengingat mengenai perkembangan teknologi perlindungan perangkat seluler. Casing yang sebelumnya hanya digunakan untuk melindungi ponsel dari goresan kini mampu memberikan perlindungan yang setara dengan peralatan militer.

Melalui desain dan material yang tepat, RhinoShield membuktikan bahwa sebuah ponsel dapat bertahan dari kondisi yang sangat ekstrem.