Topik.id — Pelatih Real Madrid, Jose Mourinho, tampaknya telah menemukan formula untuk menduetkan Jude Bellingham dan Arda Guler dalam satu tim tanpa mengurangi kekuatan masing-masing. Pendekatan ini mulai terlihat dalam pertandingan melawan Espanyol, di mana kedua pemain tersebut dipercaya menjadi starter.
Dalam skema permainan yang disiapkan Mourinho, Guler mengambil tendangan bebas yang kemudian dimanfaatkan Bellingham untuk mencetak gol pembuka. Momen tersebut menggambarkan bagaimana Mourinho ingin mengoptimalkan kedua pemain dengan karakter berbeda tersebut secara bersamaan, alih-alih memilih salah satu.
Mourinho memandang Bellingham sebagai gelandang serang utama Real Madrid, memberikannya kebebasan bergerak di antara lini dan masuk ke kotak penalti. Peran ini memungkinkan Bellingham menjalankan karakternya sebagai penghubung lini tengah dan depan, serta menciptakan ancaman langsung di area lawan.
Kehadiran Bellingham tidak otomatis membuat Guler tersingkir dari starting XI. Mourinho menempatkan pemain asal Turki itu dari sisi kanan dengan kebebasan untuk bergerak ke area tengah. Guler tidak beroperasi sebagai winger tradisional yang terus menempel garis, melainkan lebih sering masuk ke dalam untuk menerima bola, membantu progresi serangan, dan terlibat dalam pembangunan permainan.
Fleksibilitas Guler menjadi kunci utama bagi Mourinho untuk memainkan keduanya secara bersamaan. Sang gelandang serang mampu beroperasi dari sisi kanan maupun mengambil posisi lebih sentral sesuai kebutuhan pertandingan. Saat melawan Espanyol, Guler kembali memperlihatkan kualitasnya, meskipun hanya bermain hingga menit ke-64.
Kemampuannya menguasai bola dan mencari ruang di antara lini membuatnya menjadi opsi penting dalam skema Mourinho. Dari sisi kanan, Guler dapat bergerak ke tengah dan membangun kombinasi dengan Bellingham. Ketika bermain lebih sentral, ia juga bisa membantu Madrid mempertahankan penguasaan bola dan mengontrol jalannya pertandingan. Dengan pendekatan ini, Mourinho tidak perlu menghadapi dilema memilih antara Bellingham atau Guler, karena keduanya dapat mengisi ruang berbeda dan saling melengkapi, memberikan Real Madrid lebih banyak variasi dalam membangun serangan.
Ikuti Topik.id

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.