Topik.id — Kolaborasi Riset dan Inovasi Industri Kecerdasan Artifisial (Korika) resmi membuka Fase 3 atau Landrush domain .ai.id mulai 24 Agustus hingga 24 September 2026. Fase ini memungkinkan masyarakat umum di seluruh dunia untuk mendaftarkan nama domain strategis sebelum pendaftaran reguler dibuka.
Pendaftaran domain .ai.id dilakukan secara bertahap untuk memberikan kesempatan yang adil kepada seluruh calon pengguna. Proses registrasi dilakukan melalui situs resmi domain.ai.id dengan empat fase pendaftaran, yakni Sunrise, Grandfather, Landrush, dan General Availability.
Fase Sunrise berlangsung pada 2 Juni hingga 2 Juli 2026 dan diperuntukkan bagi pemilik merek dagang terdaftar di Indonesia. Tahap ini ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada pemilik merek dalam melindungi identitas mereka pada domain .ai.id.
Selanjutnya, fase Grandfather berlangsung pada 13 Juli hingga 13 Agustus 2026. Fase ini dikhususkan bagi pemilik domain .id aktif yang ingin memperoleh nama domain .ai.id yang identik dengan domain yang telah dimiliki sebelumnya.
Setelah kedua fase tersebut selesai, proses registrasi memasuki fase Landrush pada 24 Agustus hingga 24 September 2026. Tahap ini dibuka untuk masyarakat umum yang ingin memperoleh nama domain strategis sebelum .ai.id tersedia secara reguler. Pada fase Landrush, pendaftaran menggunakan skema harga premium.
Jika hanya satu pihak yang mendaftarkan sebuah nama domain pada fase Landrush, nama tersebut dapat langsung diamankan. Namun, apabila terdapat lebih dari satu pihak yang mendaftarkan nama domain yang sama, penentuan hak penggunaan domain akan dilakukan melalui lelang terbuka untuk memastikan proses yang adil dan transparan.
Ketua Umum Korika, Hammam Riza, menyatakan bahwa fase Landrush menjadi momentum terbuka bagi siapa pun yang ingin menjadi bagian dari identitas digital AI Indonesia.
“Fase Landrush adalah momentum terbuka bagi siapa pun yang ingin menjadi bagian dari identitas digital AI Indonesia, tidak terbatas pada pemegang merek dagang atau registran .id semata,” ujar Hammam dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa fase ini juga menjadi kesempatan strategis untuk mengamankan nama domain yang mencerminkan visi dan kredibilitas pelaku AI sebelum .ai.id dibuka sepenuhnya untuk publik. Pendaftar tetap wajib melampirkan dokumen identitas yang sah secara hukum, meskipun akses Landrush dibuka secara global.
Pembukaan Landrush berlangsung di tengah perkembangan ekosistem AI Indonesia yang terus tumbuh, dengan tercatat lebih dari 198 startup AI dan 4.000 pelaku ekosistem. Akses global pada fase ini juga memungkinkan pelaku AI internasional yang berkegiatan di Indonesia untuk mengamankan identitas digital yang mencerminkan keterkaitan dengan ekosistem AI Indonesia.
Setelah Landrush ditutup pada 24 September 2026, .ai.id akan memasuki fase General Availability yang dimulai pada 5 Oktober 2026. Pada tahap ini, pendaftaran domain dibuka untuk publik melalui registrar resmi PANDI dengan mekanisme first come, first served.
Selain Landrush, Korika juga menghadirkan Program Pioneer bagi 500 pelaku AI pertama yang mendaftarkan domain .ai.id selama fase Landrush. Para Pioneer berkesempatan memperoleh manfaat seperti status early adopter, kesempatan showcase produk, akses ke ekosistem AI Indonesia, hingga reward mencapai Rp1 juta.
Ikuti Topik.id

Masuk dengan Google untuk ikut berkomentar.