— Xiaomi resmi memperkenalkan Redmi Note 17 Pro Max ke pasar global sebagai model terbaru dalam lini Redmi Note. Menariknya, smartphone ini hadir dengan dua versi kapasitas baterai yang berbeda berdasarkan wilayah pemasaran, yakni 9.210 mAh untuk versi global dan hingga 10.000 mAh di sejumlah pasar tertentu.

Perbedaan tersebut cukup menarik karena kedua versi sama-sama menggunakan teknologi baterai Silicon-Carbon (Si/C) dan mendukung pengisian cepat 100W. Lantas, apa perbedaan Redmi Note 17 Pro Max dengan baterai 9.210 mAh dan 10.000 mAh?

Redmi Note 17 Pro Max Global Dibekali Baterai 9.210 mAh

Untuk pasar global, Redmi Note 17 Pro Max menggunakan baterai Silicon-Carbon berkapasitas 9.210 mAh. Xiaomi menyebut kapasitas tersebut menjadi salah satu yang terbesar untuk smartphone perusahaan yang dipasarkan di Eropa.

Baterai tersebut memiliki kandungan silikon hingga 16 persen. Penggunaan material silikon memungkinkan Xiaomi meningkatkan kepadatan energi sehingga kapasitas baterai dapat dibuat sangat besar tanpa membuat bodi perangkat menjadi terlalu tebal.

Dengan baterai 9.210 mAh, Xiaomi mengklaim Redmi Note 17 Pro Max mampu memberikan daya tahan hingga tiga hari dalam penggunaan normal. Perangkat juga diklaim mampu memutar video hingga 37 jam dalam sekali pengisian daya.

Untuk mengisi baterai tersebut, Xiaomi membekali Redmi Note 17 Pro Max dengan HyperCharge 100W. Perusahaan mengklaim pengisian selama sekitar 20 menit sudah cukup untuk menyediakan daya hingga satu hari pemakaian.

Ada Varian dengan Baterai 10.000 mAh

Di sejumlah pasar lainnya, Redmi Note 17 Pro Max hadir dengan kapasitas baterai yang lebih besar, yakni 10.000 mAh. Salah satu pasar yang mendapatkan konfigurasi tersebut adalah Jepang.

Varian ini menjadi smartphone Xiaomi pertama yang membawa baterai berkapasitas 10.000 mAh. Sama seperti versi global, baterai tersebut menggunakan teknologi Silicon-Carbon dan tetap mendukung pengisian cepat 100W.

Xiaomi mengklaim baterai 10.000 mAh tersebut mampu bertahan hingga tiga hari dalam penggunaan normal. Perangkat juga mendukung reverse charging dengan daya hingga 27W sehingga dapat digunakan untuk mengisi perangkat lain.

Dengan demikian, perbedaan utama kedua versi Redmi Note 17 Pro Max terletak pada kapasitas baterainya. Versi global menggunakan 9.210 mAh, sedangkan varian di pasar tertentu mendapatkan kapasitas 10.000 mAh.

Baterainya Sama-Sama Menggunakan Teknologi Silicon-Carbon

Meskipun memiliki kapasitas berbeda, kedua versi Redmi Note 17 Pro Max sama-sama mengandalkan teknologi baterai Silicon-Carbon.

Teknologi tersebut menjadi salah satu alasan Xiaomi dapat menghadirkan baterai dengan kapasitas sangat besar. Kandungan silikon yang tinggi memungkinkan baterai memiliki kepadatan energi lebih tinggi dibandingkan teknologi baterai lithium-ion konvensional.

Xiaomi juga mengklaim baterai Redmi Note 17 Pro Max mampu mempertahankan lebih dari 80 persen kapasitas setelah melewati 1.600 siklus pengisian daya. Perusahaan memperkirakan angka tersebut setara dengan penggunaan sekitar enam tahun.

Menariknya, perbedaan kapasitas tidak membuat kecepatan pengisian ikut berubah. Baik versi 9.210 mAh maupun 10.000 mAh sama-sama mendapatkan dukungan pengisian kabel 100W.

Spesifikasi Redmi Note 17 Pro Max Tetap Mumpuni

Di luar sektor baterai, Redmi Note 17 Pro Max membawa spesifikasi yang relatif sama. Smartphone ini menggunakan layar OLED berukuran 6,83 inci dengan resolusi 1.5K dan refresh rate 120Hz.

Layarnya memiliki tingkat kecerahan puncak hingga 3.500 nits dan dilindungi Corning Gorilla Glass Victus 2. Xiaomi juga membekali perangkat dengan sertifikasi ketahanan terhadap air dan debu.

Untuk performa, Redmi Note 17 Pro Max ditenagai chipset Snapdragon 6 Gen 5. Perangkat tersedia dengan RAM hingga 12GB dan penyimpanan internal hingga 256GB pada sejumlah pasar.

Sektor fotografi mengandalkan kamera utama 50MP yang dilengkapi optical image stabilization (OIS), kamera ultra-wide 8MP, serta kamera depan 32MP.

Redmi Note 17 Pro Max juga menjalankan HyperOS 3 dengan sejumlah fitur berbasis kecerdasan buatan. Xiaomi menjanjikan dukungan pembaruan keamanan selama enam tahun serta beberapa kali pembaruan sistem operasi.

Bagaimana dengan Versi Indonesia?

Perbedaan kapasitas baterai ini tentu menimbulkan pertanyaan mengenai varian Redmi Note 17 Pro Max yang akan dijual di Indonesia.

Perangkat tersebut sebenarnya sudah terdeteksi dalam database sertifikasi TKDN Kementerian Perindustrian dengan nomor model 2609FRA74G atas nama PT Xiaomi Technology Indonesia. Nilai TKDN yang tercatat mencapai 38,20 persen. Kemunculan tersebut menjadi indikasi bahwa Redmi Note 17 Pro Max sedang dipersiapkan untuk pasar Indonesia.

Namun, belum ada informasi resmi dari Xiaomi Indonesia mengenai kapasitas baterai Redmi Note 17 Pro Max yang akan dipasarkan di Tanah Air.

Artinya, masih belum diketahui apakah Indonesia akan mendapatkan versi 9.210 mAh seperti konfigurasi global atau justru varian 10.000 mAh seperti yang tersedia di sejumlah pasar tertentu.

Karena itu, konsumen Indonesia masih perlu menunggu pengumuman resmi Xiaomi Indonesia untuk mengetahui kapasitas baterai yang akan digunakan.