— Xiaomi kembali memperluas lini perangkat wearable dengan meluncurkan Redmi Watch 6 Active di China. Smartwatch terbaru ini hadir dengan membawa sejumlah fitur yang ditujukan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari layar AMOLED, pemantauan kesehatan hingga dukungan lebih dari 140 jenis olahraga.

Redmi Watch 6 Active diperkenalkan sebagai smartwatch dengan harga yang relatif terjangkau. Di China, perangkat ini dibanderol 349 yuan atau sekitar 52 dolar AS. Selain pasar China, smartwatch tersebut juga mulai tersedia di sejumlah pasar global, termasuk Filipina dengan harga 2.599 peso.

Layar AMOLED 1,85 Inci dengan AOD

Image
Foto: Gizmochina

Salah satu daya tarik utama Redmi Watch 6 Active terletak pada bagian layarnya. Smartwatch ini menggunakan panel AMOLED berukuran 1,85 inci dengan resolusi 390 x 450 piksel.

Layar tersebut memiliki tingkat kecerahan lokal hingga 1.200 nits. Dengan tingkat kecerahan tersebut, tampilan diharapkan tetap dapat terlihat dengan cukup jelas ketika digunakan di luar ruangan, termasuk saat berada di bawah paparan cahaya matahari.

Xiaomi juga membekali perangkat ini dengan fitur color Always-On Display atau AOD. Fitur tersebut memungkinkan pengguna melihat waktu dan informasi dasar tanpa harus mengangkat pergelangan tangan atau menyentuh layar.

Desain Ringan dan Pilihan Warna

Dari sisi desain, Redmi Watch 6 Active membawa bentuk persegi dengan rangka bagian tengah yang memiliki sisi datar. Perangkat ini memiliki satu tombol fisik di bagian samping untuk membantu navigasi.

Layarnya dilindungi kaca melengkung 2.5D, sementara bobot keseluruhan smartwatch berada di angka 26 gram dengan ketebalan 9,9 mm. Strap yang digunakan juga mengusung mekanisme quick-release sehingga dapat dilepas dan diganti dengan lebih mudah.

Pada saat peluncuran, Redmi Watch 6 Active tersedia dalam tiga pilihan warna, yakni silver, pink-orange, serta varian berwarna hitam atau abu-abu yang lebih gelap.

Baterai 470mAh Tahan hingga 18 Hari

Untuk mendukung penggunaan dalam waktu lama, Redmi Watch 6 Active dibekali baterai berkapasitas 470mAh. Xiaomi mengklaim baterainya mampu bertahan hingga 18 hari ketika perangkat digunakan dengan mode penghemat daya.

Dalam penggunaan normal sehari-hari, daya tahan baterai diperkirakan mencapai sekitar 12 hari. Sementara itu, penggunaan Always-On Display dan fitur pemantauan kesehatan secara aktif akan membuat daya tahan baterai turun menjadi sekitar enam hari.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa daya tahan baterai sangat bergantung pada fitur yang digunakan pengguna setiap hari.

Pantau Kesehatan dan 140 Lebih Mode Olahraga

Redmi Watch 6 Active juga dirancang sebagai perangkat pendamping aktivitas dan kebugaran. Smartwatch ini mendukung lebih dari 140 jenis latihan, dengan sejumlah aktivitas umum yang dapat dideteksi secara otomatis.

Selain olahraga, perangkat dapat memantau detak jantung, kadar oksigen dalam darah, tidur, dan tingkat stres. Redmi Watch 6 Active juga dapat memberikan peringatan apabila mendeteksi detak jantung tidak normal atau kadar oksigen darah yang rendah.

Perangkat ini turut mendukung koneksi dengan perangkat berbasis iOS. Data aktivitas dapat disinkronkan ke Apple Health, sementara smartwatch juga dapat digunakan sebagai remote shutter untuk kamera iPhone.

Bisa Terima Panggilan dan Balas Pesan

Untuk kebutuhan komunikasi, Redmi Watch 6 Active dilengkapi mikrofon yang memungkinkan pengguna melakukan panggilan melalui koneksi Bluetooth. Pengguna juga dapat memberikan balasan cepat terhadap pesan tanpa harus selalu mengambil smartphone.

Xiaomi turut menyiapkan dukungan pembayaran menggunakan kode QR melalui WeChat Pay dan Alipay. Namun, fitur tersebut belum tersedia ketika perangkat pertama kali diluncurkan dan dijadwalkan hadir melalui pembaruan software pada September.

Dengan kombinasi layar AMOLED, baterai besar, fitur kesehatan, dukungan olahraga yang luas, serta harga yang kompetitif, Redmi Watch 6 Active menjadi salah satu smartwatch yang menarik di kelas harganya. Kehadirannya di pasar global juga membuat perangkat ini berpotensi menjangkau lebih banyak pengguna di luar China.