— Bunga tabebuya bermekaran menghiasi kawasan pedestrian di sekitar Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara. Pemandangan ini disambut antusias oleh warga yang melintas, bahkan ada yang menyebutnya mirip suasana di Jepang.

Pohon-pohon tabebuya yang tumbuh di sepanjang jalur pejalan kaki menuju JIS tampak dipenuhi bunga berwarna merah muda, putih, dan ungu. Sebagian bunga sudah mulai berguguran dan tergeletak di pedestrian, namun tak sedikit pula yang masih mekar sempurna.

Keindahan bunga tabebuya ini menarik perhatian banyak orang. Sejumlah warga terlihat berhenti untuk mengabadikan momen dengan berfoto di bawah pepohonan berbunga tersebut. Fenomena ini bahkan menjadi viral di media sosial seperti TikTok.

Salah seorang warga, Iim, mengaku mengetahui mekarnya bunga tabebuya di sekitar JIS dari TikTok. Ia kemudian sengaja datang untuk menikmati dan memotret pemandangan tersebut. “Bagus banget. Karena saya kan pecinta kayak gini-ginian,” ujarnya.

Bagi Iim, kawasan JIS menjadi terasa lebih sejuk dan indah saat bunga tabebuya bermekaran. Ia berharap ada penambahan fasilitas bermain anak dan lebih banyak pohon di area tersebut. “Buat main bocah aman. Tempatnya lega. Terus adem, adanya bunga ini nih pohon ini, jadi adem. Nggak gersang gitu,” tambahnya.

Pendapat senada diungkapkan Joe (19), yang tak sengaja melihat bunga-bunga itu saat berjalan menuju JIS setelah turun dari halte Transjakarta. “Lagi lewat aja terus kayak, ‘Oh ya bagus’ gitu. Terus ya udah gua foto-foto aja gitu. Gak pernah lihat sebelumnya juga sih ini, baru pertama kali,” katanya.

Pasangan suami istri Surya dan Titin, yang datang bersama dua anak mereka, bahkan membandingkan pemandangan tersebut dengan suasana di Jepang. “Pemandangannya kayak di Jepang,” ujar Titin.

Surya mengapresiasi keberadaan pepohonan tabebuya sebagai bagian dari upaya penghijauan. Namun, Titin menyoroti aspek kebersihan akibat bunga yang berguguran. “Kebersihannya kurang aja. Sebetulnya kalau pemandangan bagus ya, berwarna-warni kan, ada bunga-bunganya, cuman kebersihannya aja gitu,” keluhnya.

Asal-usul dan Manfaat Bunga Tabebuya

Bunga tabebuya, yang juga dikenal sebagai pohon terompet, merupakan tanaman hias yang berasal dari Amerika, tepatnya Meksiko dan wilayah Amerika Latin, khususnya Brasil. Nama tabebuya sendiri diambil dari dialek Tupi yang berarti pohon semut, karena banyaknya semut yang menghuni dahan tanaman ini.

Tanaman dari keluarga Bignoniaceae ini memiliki lebih dari 100 spesies, dengan ciri khas kelopak bunga berwarna mencolok seperti kuning, pink, ungu, dan putih.

Menurut Ketua Program Master Ilmu Pengelolaan Sumber Daya Alam dan Lingkungan IPB University, Hadi Susilo Arifin, tabebuya umumnya mekar saat musim kemarau, antara Juli-Agustus atau September-Oktober, ketika cuaca sedang terik. Tanaman ini tumbuh optimal di wilayah kering, meskipun tetap bisa berbunga di daerah dengan curah hujan tinggi, namun tampilannya mungkin tidak secantik di daerah kering.

Tabebuya banyak ditanam di perkotaan karena membutuhkan sinar matahari penuh untuk tumbuh maksimal. Selain mempercantik kota, tanaman ini juga berfungsi sebagai bagian dari penghijauan.

Lebih lanjut, bunga tabebuya tidak hanya berfungsi estetika, tetapi juga memiliki manfaat bagi lingkungan dan kesehatan. Bunga yang gugur dapat diolah menjadi pupuk organik. Beberapa jenis tabebuya, seperti tabebuya ungu, disebut memiliki manfaat kesehatan, termasuk membantu menurunkan berat badan pada penderita obesitas karena kandungan senyawa antioksidannya.

Bunga tabebuya juga dapat diolah menjadi teh, yang dikenal sebagai lapacho atau teh Inca. Minuman ini diyakini oleh penduduk asli Amerika sebagai obat tradisional dan disebut dapat mengatasi masalah pankreas.