— Xabi Alonso menilai Chelsea mendapatkan pelajaran penting setelah mengalahkan Luton Town 2-0 dalam laga Carabao Cup di Stamford Bridge, Jumat (28/8/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini diraih setelah tim tuan rumah bekerja keras membongkar pertahanan rapat tim tamu.

Chelsea baru berhasil membuka keunggulan pada awal babak kedua melalui sundulan Danny Welbeck pada menit ke-50, memanfaatkan umpan silang dari Malo Gusto. Keunggulan kemudian diperbesar menjelang akhir pertandingan berkat gol bunuh diri Hakeem Odoffin pada menit ke-79, setelah upaya Estevao Willian mengarah ke gawang Luton.

Hasil ini memastikan Chelsea melaju ke putaran ketiga Carabao Cup 2026-2027. Lebih dari sekadar lolos, Alonso melihat pertandingan ini sebagai kesempatan berharga bagi skuadnya untuk memahami cara menghadapi lawan yang bermain dengan blok pertahanan rendah.

Alonso Puas dengan Sikap Chelsea

Luton Town membuat Chelsea kesulitan menemukan celah karena memilih untuk bertahan dalam formasi yang rapat. Situasi ini membuat babak pertama berakhir tanpa gol meskipun Chelsea mendominasi penguasaan bola dan menciptakan sejumlah peluang.

Alonso tetap menilai keputusan menurunkan komposisi pemain yang kompetitif sebagai langkah yang tepat. Ia juga merasa senang karena sejumlah pemain mendapatkan kesempatan debut dan menit bermain kompetitif pertama mereka di Stamford Bridge.

“Kami selalu ingin memilih tim yang kompetitif. Kami menganggap serius semua pertandingan, dan kami berada dalam fase musim ketika banyak hal serta proses mulai berjalan,” ujar Alonso.

“Saya senang banyak pemain mendapatkan menit pertama mereka untuk klub, menjalani debut dan memainkan pertandingan kompetitif pertama mereka di stadion ini.

“Pertandingan ini tidak mudah, jadi apresiasi untuk Luton karena mereka membuatnya sulit, tetapi kami bermain dengan keyakinan dan kesabaran, mengetahui gol pertama akan datang pada suatu momen, dan Danny menyelesaikannya dengan sangat baik,” lanjutnya.

Chelsea Belajar Hadapi Blok Rendah

Sepanjang pertandingan, Chelsea mencatatkan dominasi dengan penguasaan bola mencapai 65 persen dan melepaskan 26 tembakan. The Blues juga tercatat melakukan 45 sentuhan di area penalti lawan, sementara Luton hanya mampu menciptakan satu tembakan tepat sasaran.

Alonso menilai statistik tersebut menunjukkan keseriusan Chelsea dalam menjalani pertandingan. Menurutnya, pengalaman menghadapi formasi bertahan yang sangat dalam akan sangat berguna ketika Chelsea menemukan situasi serupa di pertandingan-pertandingan berikutnya.

“Untuk itu, ini merupakan penampilan yang bisa menjadi pembelajaran tentang bagaimana menyerang blok rendah. Menghadapi formasi 5-4-1 tidak mudah melawan tim mana pun dari liga mana pun,” jelas Alonso.

“Kami perlu belajar dari pertandingan hari ini karena kami juga akan menghadapi situasi seperti ini dalam pertandingan lainnya,” pungkasnya.