AC Milan membawa pulang kemenangan meyakinkan setelah membungkam RB Salzburg dengan skor 4-0 pada Matchday 2 Liga Europa, Kamis (15/10/2026) malam WIB. Bermain di Red Bull Arena, Rossoneri mampu memaksimalkan peluang untuk mencetak empat gol dan mengamankan hasil positif di kandang lawan.
Meski skor akhir menunjukkan dominasi Milan, pelatih Ruben Amorim tidak menganggap timnya telah memperlihatkan performa terbaik. Ia menilai masih ada sejumlah kelemahan yang harus dibenahi, terutama ketika menghadapi lawan yang mampu memanfaatkan peluang dengan lebih akurat. Menurutnya, hasil besar tidak selalu mencerminkan kualitas permainan secara keseluruhan.
Hat-trick Alphadjo Cisse Antar Milan Menang Besar
AC Milan tampil efektif sepanjang pertandingan melawan RB Salzburg. Tiga gol Alphadjo Cisse menjadi bagian utama dari kemenangan tim tamu, sementara Goncalo Ramos turut menyumbangkan satu gol untuk melengkapi keunggulan 4-0.
Produktivitas di depan gawang menjadi pembeda penting dalam pertandingan tersebut. Milan tidak harus mendominasi seluruh aspek permainan untuk menghasilkan empat gol. Tim asal Italia itu justru mampu memanfaatkan peluang yang didapat dengan lebih baik dibandingkan Salzburg.
Tuan rumah sebenarnya tidak sepenuhnya berada di bawah tekanan. RB Salzburg mampu membangun serangan dan melepaskan sejumlah percobaan ke arah gawang Milan. Namun, efektivitas penyelesaian akhir mereka tidak sebanding dengan hasil yang diraih tim tamu.
Kemenangan ini membuat Milan mendapatkan hasil penting dalam perjalanan mereka di Liga Europa. Kendati demikian, Amorim memilih tidak menjadikan skor telak sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan timnya.
Ruben Amorim Soroti Peluang Salzburg
Amorim menilai Milan pernah menunjukkan permainan kolektif yang lebih baik dalam pertandingan sebelumnya. Ia juga mengingatkan bahwa Salzburg memiliki beberapa kesempatan yang berpotensi mengubah jalannya laga apabila diselesaikan secara lebih akurat.
“Saya tidak setuju. Kami pernah bermain lebih baik sebagai sebuah tim di pertandingan-pertandingan lain. Kalau lawan lebih akurat, ada lima situasi yang mana mereka bisa saja melukai kami,” ujar Amorim, dikutip dari Football Italia.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa sang pelatih masih melihat celah dalam organisasi permainan Milan. Menurutnya, tim tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan mencetak gol, tetapi juga harus mampu mengendalikan pertandingan dan membatasi peluang berbahaya dari lawan.
Statistik Tembakan Jadi Catatan Penting
Data pertandingan menunjukkan kedua tim memiliki jumlah percobaan yang relatif berdekatan. RB Salzburg mencatatkan 14 tembakan, sedangkan Milan menghasilkan 15 percobaan.
Perbedaan terlihat pada akurasi tembakan. Milan mampu mengarahkan sembilan percobaan tepat ke gawang, sementara Salzburg hanya mencatatkan tiga tembakan tepat sasaran.
Statistik tersebut membantu menjelaskan mengapa skor akhir terpaut jauh meskipun jumlah peluang kedua tim tidak berbeda signifikan. Milan lebih mampu mengubah serangan menjadi gol, sedangkan Salzburg gagal memaksimalkan kesempatan yang dimiliki.
Amorim mengakui timnya memang berhasil mencetak gol pada malam tersebut, tetapi ia tidak ingin hasil akhir menutupi pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan.
“Kami pernah lebih mengontrol permainan di laga-laga lain, tetapi hari ini kami berhasil mencetak gol. Kami memang pernah tampil lebih baik di pertandingan lain, namun kita terlalu berfokus pada hasil akhir,” kata Amorim.
Ia tetap mengapresiasi hasil yang diraih Milan, sembari menegaskan masih ada aspek permainan yang perlu ditingkatkan. “Masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki, tetapi ini adalah malam yang menyenangkan,” imbuhnya.








