Topik.id — Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah berhasil membawa pulang medali perak dari Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Langkah mereka terhenti di partai final setelah menghadapi pasangan China Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin dalam pertandingan yang berlangsung di Nagoya.
Amri/Nita harus mengakui keunggulan pasangan China tersebut melalui dua gim langsung. Mereka kalah 19-21 pada gim pertama dan kembali tertinggal 8-21 di gim kedua. Meski gagal merebut medali emas, pencapaian mencapai partai puncak menjadi catatan penting bagi pasangan Indonesia.
Amri/Nita Berikan Perlawanan pada Gim Pertama
Pertandingan final berlangsung dengan tempo tinggi sejak awal. Amri dan Nita berusaha menjaga jarak perolehan angka agar tidak memberikan kesempatan kepada Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin untuk mengembangkan permainan dengan nyaman.
Kejar-mengejar poin terjadi sepanjang gim pembuka. Amri/Nita mampu mempertahankan tekanan dan beberapa kali memberikan respons terhadap serangan pasangan China.
Namun, Jiang/Wei menunjukkan ketenangan ketika memasuki fase penting. Pengembalian bola yang efektif serta kemampuan menjaga pola permainan membuat pasangan unggulan kedua tersebut mampu mempertahankan keunggulan tipis.
Gim pertama akhirnya menjadi milik wakil China dengan skor 21-19. Selisih dua angka menunjukkan ketatnya persaingan yang terjadi pada gim pembuka.
Jiang/Wei Tingkatkan Tekanan di Gim Kedua
Memasuki gim kedua, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin tampil lebih agresif. Pasangan China tersebut meningkatkan tempo dan memberikan tekanan lebih konsisten kepada Amri/Nita.
Situasi itu membuat pasangan Indonesia kesulitan mengembangkan permainan seperti pada gim pertama. Amri dan Nita harus bekerja lebih keras untuk mengimbangi variasi serangan yang diarahkan ke berbagai area lapangan.
Jiang/Wei perlahan memperlebar jarak angka. Amri/Nita berusaha mencari momentum untuk memperkecil ketertinggalan, tetapi pasangan China mampu menjaga konsentrasi hingga pertandingan mendekati akhir.
Dominasi Jiang/Wei semakin terlihat pada paruh akhir gim kedua. Mereka akhirnya memastikan kemenangan setelah menutup gim dengan skor 21-8.
Amri/Nita Sumbang Medali Perak
Kekalahan tersebut membuat Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah harus puas dengan medali perak. Sementara itu, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin berhak membawa pulang medali emas dari nomor ganda campuran.
Bagi Indonesia, medali yang diraih Amri/Nita tetap menjadi tambahan penting dalam perolehan kontingen Merah Putih di Asian Games 2026. Perjalanan mereka hingga partai final juga menunjukkan kemampuan bersaing di level tertinggi Asia.
Pencapaian tersebut menjadi semakin berarti karena Amri/Nita mampu melewati sejumlah pertandingan sebelum akhirnya tampil di partai puncak. Mereka berhasil menjaga konsistensi hingga memperoleh kesempatan untuk memperebutkan gelar.
Perjalanan Amri/Nita Berakhir di Podium Kedua
Final menghadapi Jiang/Wei menjadi ujian terakhir bagi Amri/Nita dalam persaingan nomor ganda campuran Asian Games 2026. Dua gim yang mereka jalani menunjukkan perbedaan situasi pertandingan, dengan gim pertama berlangsung ketat sebelum pasangan China mengambil kendali lebih jauh pada gim kedua.
Medali perak menjadi hasil akhir perjalanan Amri/Nita di Aichi-Nagoya. Capaian tersebut sekaligus menambah koleksi medali Indonesia dari cabang bulu tangkis.
Setelah pertandingan final, perhatian berikutnya akan tertuju pada kiprah atlet-atlet Indonesia lainnya yang masih berjuang di Asian Games 2026. Performa Amri dan Nita di turnamen ini menjadi bagian dari perjalanan kontingen Indonesia dalam persaingan olahraga terbesar di kawasan Asia.
