Topik.id — Mantan penyerang tim nasional Italia, Antonio Cassano, melontarkan kritik keras terhadap kualitas kepelatihan Jose Mourinho. Komentar tersebut disampaikan menjelang duel antara AS Roma dan Real Madrid di ajang Liga Champions.
Pertandingan antara Roma dan Madrid dijadwalkan berlangsung di Stadion Olimpico pada Kamis, 15 Oktober 2026 dini hari WIB. Duel ini mempertemukan Mourinho yang tengah menjalani periode keduanya menangani Real Madrid pada musim ini.
Performa Real Madrid sejauh ini dinilai belum sepenuhnya istimewa. Skuad berjuluk Los Blancos tersebut saat ini menempati peringkat keempat klasemen sementara LaLiga dengan perolehan 18 poin dari delapan pertandingan, tertinggal enam angka dari Barcelona yang memimpin klasemen.
Di sisi lain, AS Roma yang diasuh oleh Gian Piero Gasperini menunjukkan performa yang cukup menjanjikan di kompetisi domestik. Klub ibu kota Italia itu berada di posisi ketiga Serie A dengan mengumpulkan 14 poin dari enam laga, serta belum terkalahkan dan baru kebobolan tiga kali.
Cassano secara terbuka meragukan kapasitas Real Madrid di bawah komando Mourinho. Mantan pemain yang pernah memperkuat Roma dan Madrid itu bahkan meyakini bahwa hasil pertandingan akan jauh berbeda jika posisi juru taktik ditukar.
“Roma dan Real Madrid adalah dua tim yang sangat berbeda. Pertama-tama, Roma memiliki pelatih yang fantastis, dan Real Madrid tidak, karena Mourinho tidak suka bermain sepakbola; dia hanya suka berbicara,” ujar Cassano kepada AS.
“Sungguh luar biasa bahwa Real Madrid, tim terkuat dalam sejarah, merekrut Mourinho. Saya tidak mengerti bagaimana Florentino Perez bisa memilihnya. Itu membuat saya gila. Jika kita bertukar pelatih dan Gasperini yang memimpin Real Madrid, mereka akan menang 10-0,” sambungnya.
Mourinho sebelumnya pernah mencatatkan sejarah dengan meraih treble winner bersama Inter Milan pada tahun 2010. Kendati demikian, Cassano berpendapat bahwa pendekatan dan filosofi kepelatihan pelatih asal Portugal itu sudah usang.
“Memang benar. Gasperini hanya memenangkan satu Liga Europa, tetapi gelar tidak penting bagi saya; yang penting adalah apa yang saya lihat di lapangan. Mourinho tidak bisa melatih lagi,” kata Cassano.
“Filosofi sepakbolanya sudah ketinggalan zaman sepuluh tahun yang lalu. Kariernya tidak meninggalkan warisan apa pun, hanya pertengkaran dengan semua orang. Dia suka membicarakan hal-hal lain, tetapi bukan sepakbola. Salah satu kelebihan terbesarnya adalah memiliki Jorge Mendes sebagai agennya, yang selalu mencarikan klub bagus untuknya,” tegasnya.


