Sepakbola

AS Roma vs Slovan Bratislava di Liga Champions, Gasperini Wajibkan Kemenangan Demi Menjaga Peluang Lolos

AS Roma memburu kemenangan pertama di Liga Champions saat menjamu Slovan Bratislava. Gian Piero Gasperini menegaskan tiga poin menjadi target utama.

AS Roma vs Slovan Bratislava di Liga Champions, Gasperini Wajibkan Kemenangan Demi Menjaga Peluang Lolos
Foto: Dok. Authentic AS Roma

AS Roma menghadapi pertandingan penting saat menjamu Slovan Bratislava pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027. Pelatih Gian Piero Gasperini menegaskan timnya harus meraih kemenangan demi menjaga peluang melangkah ke fase berikutnya setelah belum memperoleh hasil maksimal dalam dua pertandingan awal.

Pertandingan Roma vs Slovan Bratislava dijadwalkan berlangsung di Stadion Olimpico, Rabu (21/10/2026) dini hari WIB. Bermain di hadapan pendukung sendiri menjadi kesempatan bagi Giallorossi untuk memperbaiki posisi sekaligus mengakhiri catatan tanpa kemenangan di kompetisi antarklub elite Eropa tersebut.

Roma Belum Menemukan Kemenangan di Liga Champions

Perjalanan AS Roma di Liga Champions musim ini belum berjalan sesuai harapan. Dari dua laga yang telah dimainkan, klub asal Italia itu baru mengumpulkan satu poin.

Roma mengawali kompetisi dengan hasil imbang 1-1 saat bertandang ke markas Fenerbahce. Namun, mereka gagal melanjutkan tren positif setelah mengalami kekalahan dramatis 3-4 dari Real Madrid pada pertandingan pekan lalu.

Hasil tersebut membuat pertandingan melawan Slovan Bratislava menjadi semakin penting. Tambahan tiga poin dibutuhkan Roma agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan menuju fase berikutnya.

Gasperini pun menyadari bahwa timnya tidak memiliki banyak ruang untuk kembali kehilangan poin, terutama ketika bermain di kandang. Ia ingin para pemain memanfaatkan pertandingan ini untuk memperbaiki posisi sekaligus membangun momentum positif.

Gasperini Ingatkan Roma Tidak Boleh Meremehkan Lawan

Secara peringkat, Roma lebih diunggulkan dibandingkan Slovan Bratislava. Tim tamu berada di dasar klasemen Liga Champions dan telah kebobolan sembilan gol dalam pertandingan sebelumnya.

Meski demikian, Gasperini tidak ingin anak asuhnya menganggap laga tersebut sebagai pertandingan yang mudah. Ia menilai Slovan memiliki karakter permainan yang dinamis, kondisi fisik yang baik, serta sejumlah pemain dengan kemampuan individu yang patut diperhitungkan.

Menurut Gasperini, perbedaan kualitas di atas kertas tidak menjamin sebuah tim bisa meraih kemenangan. Persaingan di Liga Champions menuntut konsentrasi dan kesiapan sepanjang pertandingan, termasuk ketika menghadapi lawan yang tidak berada dalam kelompok unggulan.

Karena itu, Roma perlu tampil disiplin sejak awal dan menghindari kesalahan yang dapat memberikan kesempatan kepada Slovan untuk mengembangkan permainan.

Tiga Poin Jadi Target Utama di Stadion Olimpico

Gasperini menegaskan bahwa kemenangan menjadi sasaran yang tidak bisa ditawar dalam pertandingan kandang tersebut. Ia menilai mengamankan poin penuh di Stadion Olimpico merupakan bagian penting dari upaya Roma mengumpulkan angka yang cukup untuk melanjutkan perjalanan di Liga Champions.

Pelatih tersebut juga menyinggung kebutuhan poin untuk bersaing di kompetisi ini. Dalam beberapa musim terakhir, perolehan sekitar 10 hingga 11 poin kerap menjadi acuan penting dalam persaingan menuju fase berikutnya.

Roma harus berusaha mengumpulkan poin sebanyak mungkin, terutama melalui pertandingan kandang. Pasalnya, laga tandang dinilai memiliki tingkat kesulitan lebih tinggi karena tim harus menghadapi tekanan dari tuan rumah dan kondisi pertandingan yang berbeda.

Dengan situasi tersebut, duel melawan Slovan Bratislava menjadi kesempatan bagi Roma untuk memulai perbaikan. Kemenangan tidak hanya akan menambah koleksi poin, tetapi juga menjaga asa Giallorossi tetap bertahan dalam persaingan Liga Champions musim ini.

Gasperini berharap para pemain mampu menerjemahkan tuntutan tersebut menjadi penampilan yang efektif di lapangan. Namun, Roma tetap harus membuktikan keunggulannya melalui permainan, bukan sekadar mengandalkan perbedaan reputasi kedua tim.