Michael Carrick masih menaruh kepercayaan besar kepada Bruno Fernandes meski sang kapten belum menunjukkan konsistensi permainan pada awal musim 2026/2027. Manajer Manchester United tersebut menilai penurunan performa gelandang asal Portugal itu merupakan bagian yang wajar dalam perjalanan seorang pesepak bola.
Fernandes memang belum kehilangan kontribusinya sepenuhnya. Ia telah mengoleksi empat gol dan satu assist dari delapan penampilan bersama Setan Merah. Namun, pemain berusia 32 tahun tersebut belum mencatat gol maupun assist dalam empat pertandingan terakhir, situasi yang ikut menjadi sorotan di tengah hasil kurang memuaskan timnya.
Carrick Tetap Percaya pada Kualitas Bruno Fernandes
Carrick menegaskan bahwa Fernandes memiliki kemampuan untuk kembali mencapai level permainan seperti musim sebelumnya. Menurut dia, kualitas sang gelandang tidak perlu diragukan meskipun sejumlah penampilannya belakangan ini belum sesuai harapan.
“Dia itu seorang pemain top, kadang-kadang banyak hal tidak berjalan sesuai harapan Anda, dan kadang-kadang Anda memiliki masa seperti itu,” ujar Carrick, dikutip dari Sky Sports.
Manajer berusia 45 tahun itu juga mengingatkan besarnya kontribusi Fernandes selama membela Manchester United. Ia meyakini sang kapten masih dapat memberikan banyak hal positif bagi klub pada masa mendatang.
“Dia telah melakukan banyak hal yang luar biasa untuk klub sepakbola ini, dan dia akan melakukan hal yang sama lagi di masa depan. Tidak ada keraguan soal itu,” kata Carrick.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa Carrick tidak melihat penurunan performa Fernandes sebagai alasan untuk kehilangan kepercayaan terhadap pemain andalannya. Ia justru berharap sang gelandang dapat kembali menemukan permainan terbaiknya.
Statistik Fernandes Jadi Sorotan
Performa Fernandes pada awal musim ini memang berbeda dibandingkan pencapaiannya pada 2025/2026. Musim lalu, ia mencatatkan 21 assist dan sembilan gol, menjadikannya salah satu pemain penting dalam keberhasilan Manchester United menyelesaikan Liga Inggris di posisi ketiga.
Sebaliknya, pada musim berjalan, Fernandes menghadapi sejumlah kendala dalam menjaga efektivitas permainan. Ia tercatat kehilangan penguasaan bola sebanyak 106 kali di Premier League, angka tertinggi di antara pemain non-kiper sejauh periode yang disebutkan.
Catatan tersebut menjadi salah satu gambaran tantangan yang dihadapi Fernandes. Meski demikian, statistik kehilangan bola tidak serta-merta menghapus kontribusinya dalam membangun serangan dan menciptakan peluang bagi rekan setim.
Manchester United Butuh Kebangkitan di Liga Champions
Penurunan kontribusi Fernandes terjadi bersamaan dengan awal musim Manchester United yang belum stabil. Setan Merah terperosok ke peringkat ke-13 klasemen Liga Inggris dan tertinggal 12 poin dari Manchester City di posisi teratas.
Kini, Fernandes kembali diharapkan menjadi salah satu motor permainan tim untuk mengakhiri rentetan empat pertandingan tanpa kemenangan. Tantangan berikutnya datang dari kompetisi Eropa saat Manchester United dijadwalkan bertandang ke markas Atletico Madrid pada Rabu (14/10) dini hari WIB.
Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Fernandes dan rekan-rekannya untuk memperbaiki performa sekaligus mengembalikan kepercayaan diri tim di tengah tekanan hasil pertandingan.








