Pendidikan

Ayovest, PWMII, dan APRDI Kolaborasi Perluas Literasi Keuangan di UI

Ayovest bersama PWMII dan APRDI menggelar kuliah umum di Universitas Indonesia guna memperluas literasi investasi dan perbankan syariah bagi mahasiswa.

Ayovest, PWMII, dan APRDI Kolaborasi Perluas Literasi Keuangan di UI
Kuliah Umum Bersama Bank 2026 (Sumber: dok. ist)

PT Generasi Paham Investasi atau Ayovest berkolaborasi dengan Perkumpulan Wakil Manajer Investasi Indonesia (PWMII) serta Asosiasi Pelaku Reksa Dana dan Investasi Indonesia (APRDI) menyelenggarakan Kuliah Umum Bersama Bank 2026. Kegiatan ini mengusung tema PWMII Goes to Campus x Ayovest: Perluas Literasi Investasi, Kenali Investasi Syariah, Buka Peluang Karier di Industri Keuangan.

Acara tersebut dilaksanakan bertempat di Auditorium Sekolah Vokasi Universitas Indonesia, Depok, pada Jumat, 25 September 2026. Program Studi Administrasi Keuangan dan Perbankan Sekolah Vokasi UI bersama Departemen Keilmuan dan Karier Himpunan Mahasiswa Administrasi Keuangan dan Perbankan menginisiasi kegiatan ini sebagai bagian dari rangkaian Kuliah Umum Semester Gasal Tahun Akademik 2026/2027 yang dihadiri oleh 159 peserta dari kalangan mahasiswa, dosen, serta sivitas akademika.

Wakil Direktur Bidang Pendidikan, Penelitian, dan Kemahasiswaan Sekolah Vokasi UI, Badrul Munir, Ph.D., membuka jalannya acara secara resmi. Setelah pembukaan, tiga orang narasumber bergantian menyampaikan materi komprehensif yang mencakup peluang industri keuangan, praktik transaksi, dasar reksa dana syariah, hingga jalur sertifikasi profesi.

Sesi Materi Reksa Dana Syariah dan Karier Pasar Modal

Gresia Kusyanto selaku Direktur PT Majoris Asset Management sekaligus Ketua Panitia Sosialisasi dan Edukasi APRDI 2026 menjadi pembicara pertama dengan membawakan materi bertajuk Reksa Dana Syariah: Dari Paham Jadi Pilihan, Tumbuh & Berkah Bersama. Dirinya memaparkan empat kategori reksa dana syariah yang terdiri dari pasar uang, pendapatan tetap, campuran, serta saham, sekaligus memberikan panduan memilih produk berdasarkan profil risiko dan jangka waktu.

“Reksa dana syariah memberi pilihan bagi investor yang ingin menyelaraskan investasinya dengan prinsip syariah, tanpa meninggalkan prinsip kehati-hatiann. Melalui program sosialisasi dan edukasi APRDI, kami ingin generasi muda mengenal produk ini sejak dini, termasuk membiasakan diri membaca prospektus dan memahami risikonya,” ujar Gresia Kusyanto.

Sesi berikutnya diisi oleh Widi Aulia selaku Anggota Wakil Ketua Bidang III PWMII yang juga menjabat Division Head Business Development & Product PT Mandiri Manajemen Investasi. Membawakan materi terkait kompetensi dan jenjang karier, Widi menjelaskan bahwa pekerja di industri pasar modal wajib mengantongi sertifikasi resmi dari lembaga terkait OJK.

“Industri pengelolaan investasi membutuhkan talenta muda yang kompeten dan berintegritas. Profesi seperti Wakil Manajer Investasi menuntut sertifikasi dan pemahaman regulasi, dan bekal itu bisa dipersiapkan sejak di bangku kuliah. Melalui PWMII Goes to Campus, kami ingin membuka wawasan mahasiswa tentang peluang karier yang tersedia di industri ini,” tutur Widi Aulia.

Sementara itu, Direktur Ayovest, Sonny Afriansyah, S.Si., M.M., memaparkan bahwa ruang ekspansi reksa dana masih terbuka luas. Dana kelolaan reksa dana saat ini berada di kisaran Rp 998 triliun atau baru mencakup 10 persen dari total dana pihak ketiga perbankan sebesar Rp 9.745 triliun. Di samping itu, proporsi pelajar dan mahasiswa telah mencapai 10,86 persen dari keseluruhan investor pasar modal.

“Banyak mahasiswa merasa investasi butuh modal besar, padahal reksa dana bisa dimulai dari Rp 10.000. Yang lebih penting dari nominalnya adalah pemahaman dan kebiasaan. Bagi investor yang ingin berinvestasi sesuai prinsip syariah, kami memastikan prosesnya syariah dari awal hingga akhir, mulai dari akad hingga rekening penampungnya,” ujar Sonny Afriansyah.

Demonstrasi Aplikasi dan Penutupan Acara

Selain sesi pemaparan materi, rangkaian acara turut diisi dengan demonstrasi pembukaan akun pada platform Ayovest guna memperlihatkan penerapan akad wakalah bil ujrah secara langsung. Sesi diskusi interaktif berlangsung selama 40 menit sebelum ditutup dengan penyerahan plakat serta sertifikat kepada para narasumber oleh Ketua Program Studi Administrasi Keuangan dan Perbankan, Wahyu Nofiantoro, S.Sos., M.Si.

Kegiatan edukatif ini mendapat dukungan sponsor dari PT Mandiri Manajemen Investasi serta PT Majoris Asset Management yang menyediakan voucher reksa dana bagi peserta serta doorprize khusus. Melalui sinergi antara pelaku industri, asosiasi, dan perguruan tinggi ini, kalangan mahasiswa diharapkan mampu memperdalam literasi keuangan sebelum mulai berinvestasi.