— Bank Mandiri merayakan hari ulang tahunnya yang ke-28 dengan mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2026 senilai Rp6,16 triliun. Keputusan ini mencerminkan apresiasi kepada para pemegang saham sekaligus keyakinan manajemen terhadap fundamental bisnis perseroan. Dividen interim ini dibagikan setara dengan Rp66 per saham.

Pembagian dividen interim ini telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Komisaris, menyusul keputusan Direksi Bank Mandiri pada 3 September 2026. Informasi resmi terkait hal ini disampaikan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 4 September 2026.

Dengan tambahan dividen interim ini, total dividen yang dibagikan Bank Mandiri sepanjang kalender 2026 diperkirakan mencapai sekitar Rp50,63 triliun. Angka tersebut merupakan gabungan dari dividen tahun buku 2025 sebesar Rp44,47 triliun dan dividen interim tahun buku 2026 sebesar Rp6,16 triliun.

Kinerja Solid Jadi Dasar Pembagian Dividen

Keputusan pembagian dividen interim ini didasari oleh optimisme manajemen terhadap fundamental bisnis Bank Mandiri yang terus menunjukkan kinerja solid, terutama dalam hal intermediasi. Hingga Agustus 2026, penyaluran kredit secara bank only tercatat tumbuh 17,6% secara tahunan (year on year/YoY), mencapai Rp1.592 triliun.

Pertumbuhan kredit yang kuat ini didukung oleh peningkatan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang juga melonjak 17,6% YoY menjadi Rp1.687 triliun. Pada periode yang sama, total aset Bank Mandiri mencapai Rp2.358 triliun atau tumbuh 20,7% YoY. Laba bersih perseroan pun mencatatkan peningkatan signifikan sebesar 22,3% YoY menjadi Rp37,5 triliun.

Kualitas aset Bank Mandiri tetap terjaga dengan baik, terbukti dari rasio Non-Performing Loan (NPL) gross yang berada di angka 1,00%.

Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyatakan bahwa keputusan pembagian dividen interim ini didukung penuh oleh kinerja keuangan yang solid, serta posisi permodalan dan likuiditas yang memadai. Kondisi ini memberikan ruang bagi perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham sembari tetap menjaga kapasitas ekspansi bisnis di masa mendatang.

“Pembagian dividen interim ini mencerminkan keyakinan kami terhadap fundamental Bank Mandiri ke depan sekaligus menjadi bentuk apresiasi atas kepercayaan para pemegang saham, termasuk investor ritel. Keputusan ini kami lakukan secara terukur dengan memastikan fundamental, kecukupan modal, likuiditas, dan rasio keuangan tetap terjaga serta ruang pertumbuhan bisnis tetap memadai,” ujar Novita dalam keterangan resminya, Senin (7/9).

Novita menambahkan bahwa pembagian dividen interim merupakan bagian dari strategi pengelolaan permodalan Bank Mandiri yang dilakukan secara prudent. Pengelolaan ini mempertimbangkan kebutuhan pertumbuhan bisnis dan kepentingan para pemegang saham. Bank Mandiri menegaskan bahwa pembagian dividen ini tidak akan memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Jadwal Pembayaran Dividen Interim

Dividen interim ini akan dibayarkan kepada para pemegang saham yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham pada tanggal pencatatan atau recording date yang telah ditetapkan.

Adapun jadwal penting terkait pembayaran dividen adalah sebagai berikut:

  • Cum dividend di Pasar Reguler dan Negosiasi: 15 September 2026
  • Ex dividend di Pasar Reguler dan Negosiasi: 16 September 2026
  • Cum dividend di Pasar Tunai: 17 September 2026
  • Ex dividend di Pasar Tunai: 18 September 2026
  • Recording date: 17 September 2026
  • Tanggal pembayaran: 2 Oktober 2026 (bertepatan dengan HUT ke-28 Bank Mandiri)

“Dengan permodalan dan likuiditas yang terjaga, Bank Mandiri memiliki kapasitas memadai untuk membagikan dividen sekaligus melanjutkan ekspansi kredit ke sektor-sektor produktif. Seluruh proses pembayaran dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai ketentuan pasar modal, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kepentingan pemegang saham,” tutup Novita.