Bisnis

Blibli Bidik Harbolnas dan Nataru 2026 untuk Jaga Pertumbuhan Pendapatan dan Pangkas Kerugian

Blibli membidik Harbolnas dan Nataru 2026 untuk mendorong pendapatan, memperkuat bisnis omnichannel, dan menekan kerugian hingga akhir tahun.

Blibli Bidik Harbolnas Dan Nataru 2026 Untuk Jaga Pertumbuhan Pendapatan Dan Pangkas Kerugian
Foto: Rafapress / Shutterstock

PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli berupaya menjaga tren pemulihan bisnis hingga akhir 2026 dengan memanfaatkan sejumlah momentum belanja dan liburan. Emiten yang berada dalam ekosistem Grup Djarum tersebut mengandalkan strategi omnichannel, penguatan layanan, serta pengendalian biaya untuk menopang pertumbuhan sekaligus memperbaiki profitabilitas.

Upaya itu dilakukan setelah perseroan mencatat peningkatan pendapatan bersih dan berhasil menekan kerugian pada semester I-2026. Pendapatan bersih Blibli mencapai Rp14,83 triliun, naik 55% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp9,59 triliun. Sementara itu, kerugian menyusut dari Rp1,25 triliun menjadi Rp711 miliar.

Harbolnas hingga Pre-Order iPhone 18 Jadi Andalan

CEO sekaligus Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto, mengatakan perusahaan akan memaksimalkan peluang bisnis pada paruh kedua tahun ini. Sejumlah agenda yang menjadi perhatian antara lain pre-order iPhone 18, Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas), serta peningkatan aktivitas konsumen menjelang akhir tahun.

Dalam paparan publik pada Rabu (14/10/2026), Kusumo menjelaskan bahwa strategi ekosistem omnichannel tetap menjadi arah utama perusahaan. Pendekatan tersebut menggabungkan layanan digital dengan jaringan toko fisik untuk menjangkau pelanggan melalui berbagai saluran.

Menurutnya, toko fisik Blibli mulai memasuki tahap peningkatan skala operasional. Perusahaan berharap produktivitas gerai dan pertumbuhan penjualan toko yang sama atau same store sales growth (SSSG) dapat memberikan kontribusi lebih besar pada semester II-2026.

Blibli juga akan melanjutkan efisiensi biaya dan memperkuat layanan pengiriman prioritas melalui Fulfillment at Speed (FAS). Di sisi konsumen, perusahaan mengembangkan program loyalty point yang terintegrasi dengan Blibli, Tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma, baik untuk transaksi online maupun offline.

FAS Disiapkan Menjadi Sumber Pertumbuhan Baru

Chief Operating Officer sekaligus Co-Founder Blibli, Lisa Widodo, menyebut FAS memiliki peluang untuk memperluas sumber pendapatan perusahaan. Layanan tersebut dirancang membantu merek dan mitra mengembangkan bisnis melalui tujuh bidang, yakni fulfillment dan logistik, customer service, enabler, distribusi online dan offline, studio, affiliate, serta solutions.

Solusi yang disediakan juga dapat mencakup kebutuhan teknologi, termasuk internet of things (IoT) dan kecerdasan buatan (AI). Blibli berencana meningkatkan pemanfaatan infrastruktur FAS, memperkuat rantai pasok, dan mengembangkan layanan bernilai tambah.

Lisa berharap pengalaman operasional tim FAS dapat mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan serta memperkuat profitabilitas jangka panjang.

Analis Ingatkan Pentingnya Perbaikan Margin

Analis Senior Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menilai Harbolnas dan Nataru berpotensi meningkatkan transaksi e-commerce. Namun, kenaikan aktivitas belanja perlu disertai pengelolaan biaya dan perbaikan margin agar berdampak pada kinerja keuangan.

Pada semester I-2026, take rate Blibli meningkat dari 8,6% menjadi 9%. Rasio beban operasional terhadap total processing value (TPV) juga turun dari 7,2% menjadi 6,3%.

Manajemen masih mempertahankan sasaran pertumbuhan pendapatan 15%–20% untuk tahun buku 2026. Nafan menilai realisasi transaksi dan profitabilitas pada kuartal IV perlu dicermati, sementara rekomendasi saham BELI tetap berstatus not rated karena likuiditas saham dinilai terbatas.

Manajemen Belum Mengubah Target Tahunan

Kusumo mengatakan perusahaan belum memutuskan revisi target meskipun kinerja semester pertama menunjukkan perkembangan positif. Manajemen masih mempertimbangkan kondisi makroekonomi, dinamika pasar, tantangan, serta peluang yang mungkin muncul pada paruh kedua tahun ini.

Dengan pendekatan tersebut, Blibli berupaya menjaga pertumbuhan sekaligus memastikan peningkatan pendapatan berjalan seiring dengan disiplin biaya dan kualitas keuntungan.