Topik.id — Apple bersiap untuk memperkenalkan lini iPhone terbaru pada acara peluncuran yang dijadwalkan pada Rabu, 9 September 2026. Momen ini menandai debut John Ternus sebagai CEO dalam memimpin acara besar perusahaan teknologi tersebut.
Dalam gelaran tersebut, Apple diprediksi akan meluncurkan iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, serta perangkat lipat perdana yang sementara disebut iPhone Ultra. Sementara itu, model iPhone 18 reguler kemungkinan baru akan diperkenalkan pada tahun berikutnya.
Pemesanan awal untuk perangkat-perangkat baru ini diperkirakan akan dibuka dua hari setelah peluncuran, yaitu pada Jumat, 11 September. Namun, calon konsumen perlu bersiap menghadapi potensi kenaikan harga.
Bocoran Harga iPhone Ultra
Informasi mengenai harga iPhone Ultra, perangkat lipat pertama Apple, sempat muncul di situs Vodafone Mesir sebelum akhirnya dihapus. Bocoran ini pertama kali ditemukan oleh pengguna Facebook, Yousif Ayman.

Melalui postingan yang dibagikan Yousif Ayman tersebut, iPhone Ultra dibanderol EGP 155.750 atau setara dengan Rp53,9 juta. Namun, angka tersebut belum tentu menjadi patokan harga di pasar global maupun Indonesia, mengingat perbedaan struktur pajak dan kurs mata uang di setiap negara.
Bocoran lain dari pengguna X @ev_downunder menyebutkan iPhone Ultra 256GB di Australia akan dijual seharga AUD 3.700. Varian 512GB dan 1TB masing-masing diperkirakan seharga AUD 4.200 dan AUD 4.700. Jika dikonversikan dengan kurs Rp12.700 per AUD, harga tersebut setara dengan Rp47 juta (256GB), Rp53,3 juta (512GB), dan Rp59,7 juta (1TB).
Bocoran Harga iPhone 18 Pro dan Pro Max
Bocoran dari Vodafone Mesir juga mengungkap estimasi harga untuk iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. iPhone 18 Pro disebut memiliki harga EGP 98.000, sementara iPhone 18 Pro Max dibanderol EGP 105.000.
Sebagai pembanding, iPhone 17 Pro 256GB di Mesir dijual seharga EGP 88.800, dan iPhone 17 Pro Max 256GB seharga EGP 94.400. Perbandingan ini menunjukkan kenaikan sekitar 10% untuk iPhone 18 Pro dan 11% untuk iPhone 18 Pro Max.
Dengan asumsi kenaikan rata-rata sekitar 10%, harga iPhone 18 Pro diperkirakan mencapai US$1.210 (sekitar Rp21,3 juta) dari harga awal US$1.100. Sementara itu, iPhone 18 Pro Max diprediksi menjadi US$1.320 (sekitar Rp23,3 juta) dari harga awal US$1.200.
Estimasi kenaikan harga ini sejalan dengan perkiraan biaya komponen (Bill of Materials/BoM) dari TrendForce, yang menyebutkan biaya komponen iPhone 18 Pro 40% lebih tinggi dari pendahulunya. TrendForce memprediksi biaya komponen iPhone 18 Pro 256GB bisa mencapai US$1.400. Oleh karena itu, jika harga jualnya berada di kisaran US$1.200, hal tersebut bisa dianggap kabar baik bagi konsumen.
Harga Resmi Menanti Pengumuman Apple
Seluruh angka yang beredar saat ini masih bersifat perkiraan berdasarkan bocoran dan informasi yang belum terkonfirmasi. Harga resmi baru akan terungkap setelah Apple secara resmi memperkenalkan jajaran produk terbarunya.
Acara peluncuran Apple dijadwalkan pada Rabu, 9 September 2026, di mana iPhone 18 Pro, iPhone 18 Pro Max, dan perangkat lipat iPhone Ultra diprediksi menjadi bintang utama. Pemesanan awal kemungkinan dibuka pada Jumat, 11 September.
Untuk pasar Indonesia, harga jual resmi kemungkinan akan berbeda dari hasil konversi di atas karena adanya faktor pajak, bea masuk, biaya distribusi, serta kebijakan harga spesifik Apple di setiap negara.
Ikuti Topik.id
