Liverpool dilaporkan sempat mencoba mendatangkan bek kanan Chelsea, Malo Gusto, menjelang penutupan bursa transfer musim panas. Namun, The Reds harus menelan pil pahit lantaran tawaran mereka ditolak oleh pihak The Blues.

Menurut laporan dari RMC Sports, Liverpool menjalin kontak dengan Chelsea untuk membicarakan kemungkinan transfer Gusto. Keinginan Liverpool untuk merekrut pemain berusia 20 tahun itu muncul setelah mereka mendatangkan Bradley Barcola dari PSG.

Manajer Liverpool, Andoni Iraola, disebut tertarik untuk memperkuat pos bek kanan. Ia membutuhkan sosok yang dapat bersaing dengan Jeremie Frimpong yang dinilai belum tampil konsisten.

Gusto diidentifikasi sebagai target potensial karena rekam jejaknya yang apik. Selain piawai bermain sebagai bek kanan, ia juga mampu beroperasi sebagai bek kiri dan bahkan bisa dimainkan lebih ke depan.

Iraola melihat peluang untuk merekrut Gusto karena sang pemain tidak menjadi pilihan utama di Chelsea, kalah bersaing dengan Reece James. Pelatih Liverpool itu berupaya merayu Gusto dengan menawarkan menit bermain yang lebih banyak, terutama karena Liverpool akan berlaga di Liga Champions sementara Chelsea tidak lolos ke kompetisi Eropa.

Liverpool mengajukan tawaran peminjaman Gusto selama satu musim penuh tanpa klausul pembelian permanen. Namun, Chelsea menolak proposal tersebut.

The Blues sebenarnya tidak keberatan melepas Gusto, tetapi mereka bersikeras agar ada klausul pembelian permanen yang dimasukkan dalam kesepakatan. Setelah negosiasi yang alot, Liverpool tidak bersedia memenuhi permintaan tersebut, sehingga transfer Gusto ke Anfield pun batal.

Setelah gagal mendapatkan Gusto, Liverpool dikabarkan mengalihkan perhatian pada Pedro Porro dari Tottenham Hotspur. Namun, transfer ini juga dipandang sulit terwujud mengingat Porro merupakan pemain kunci Tottenham dan klub tersebut enggan melepasnya di hari terakhir bursa transfer.