Chery Freelander 8, sebuah SUV EREV (Extended Range Electric Vehicle), telah resmi memulai penjualannya di pasar China. Kendaraan ini diposisikan untuk bersaing dengan crossover EREV lain seperti Li Auto L9 yang baru saja diperbarui. Peluncuran Freelander 8 turut diwarnai pencapaian rekor dunia dari Guinness.

Fitur Canggih dan Teknologi Terdepan

Freelander 8 dilengkapi sensor LiDAR yang terpasang di atap, mampu mendeteksi objek seukuran kaleng minuman (tinggi 14 cm) dari jarak 120 meter dalam segala kondisi visibilitas. Ditenagai chip Qualcomm Snapdragon 8397, SUV ini mendukung fitur Navigate On Autopilot (NOA) di jalan perkotaan maupun jalan tol.

Lampu depan SUV ini memiliki elemen interaktif dengan lima mode, bahkan mampu menampilkan lebih dari 10 emoji berbeda. Velg yang ditawarkan berdiameter 21 hingga 22 inci, dengan Pirelli P Zero Elect sebagai pemasok eksklusif ban.

Interior Freelander 8 menonjolkan layar panorama 46,3 inci yang menggantikan panel instrumen konvensional. Terdapat pula monitor mengambang berukuran 15,6 inci. Sistem operasi unik yang disebut sebagai yang pertama ‘mirip otak manusia’ mendukung berbagai fungsi, mulai dari percakapan, ringkasan berita, bantuan navigasi, pemantauan keselamatan bayi, hingga saran berkendara off-road.

Keamanan dan Konfigurasi Interior

SUV ini telah lulus sembilan uji keamanan di berbagai negara. Fitur keselamatan termasuk airbag tirai samping ganda terpanjang di kelasnya, mencapai 3,14 meter, sesuai standar Amerika Serikat. Interior Freelander 8 tersedia dalam konfigurasi lima dan enam kursi. Model enam kursi menawarkan kursi kapten di baris kedua dengan pijat 16 titik, layar atas 17,3 inci, kulkas 10 liter, dan meja lipat. Semua kursi juga dilengkapi fitur pemanas dan ventilasi.

Spesifikasi Mesin dan Performa

Sebagai EREV, Freelander 8 mengandalkan mesin 1.5 liter turbocharged yang menyalurkan daya ke baterai CATL ternary NMC Freevoy berkapasitas 60,3 kWh. Jarak tempuh listrik diklaim mencapai 310 km (CLTC) atau 254 km (WLTP). Baterai ini dapat terisi dari 20% hingga 80% dalam 12 menit berkat teknologi pengisian daya 6C. Tangki bahan bakarnya berkapasitas 60 liter.

Dengan setup motor ganda, Freelander 8 menghasilkan tenaga puncak gabungan 610 kW (818 hp) dan torsi 813 Nm, memungkinkannya berakselerasi dari 0-100 km/jam dalam 4,6 detik. Motor listrik belakangnya sendiri memiliki tenaga 250 kW (335 hp) dan reduksi dua kecepatan dengan gir rendah, menghasilkan torsi roda hingga 8.000 Nm.

Sistem All-Terrain dan Kemampuan Manuver

Sistem All-Terrain Cerdas (i-ATS) dikembangkan bersama Huawei. Mobil ini dilengkapi kemudi roda belakang dengan sudut 10 derajat, menghasilkan radius putar 5,15 meter, lebih kecil dari Mini Hatch tiga pintu. Freelander 8 menggunakan suspensi udara, kaliper 6-piston, dan cakram berventilasi 404mm, dengan jarak pengereman 35,7 meter.

Rekor Dunia dan Kapasitas Derek

Chery Freelander 8 tercatat dalam Guinness World Record sebagai mobil PHEV (Plug-in Hybrid Electric Vehicle) yang mencapai ketinggian tertinggi 6.002,33 meter. Selain itu, SUV ini mampu menarik beban hingga 2.000 kg.

Image

Harga dan Varian

Chery Freelander 8 ditawarkan dengan diskon waktu terbatas. Varian lima kursi dibanderol antara 289.900 hingga 369.900 yuan (sekitar Rp 687 juta hingga Rp 877 juta). Sementara itu, varian enam kursi yang lebih mahal dijual antara 299.900 hingga 379.900 yuan (sekitar Rp 711 juta hingga Rp 899 juta).

Berikut adalah daftar trim dan harga tanpa diskon waktu terbatas:

  • Freelander 8 Pro 5-Seat: 309.900 yuan (sekitar Rp 735 juta)
  • Freelander 8 Pro 6-Seat: 319.900 yuan (sekitar Rp 759 juta)
  • Freelander 8 Max 5-Seat: 349.900 yuan (sekitar Rp 830 juta)
  • Freelander 8 Max 6-Seat: 359.900 yuan (sekitar Rp 854 juta)
  • Freelander 8 Max+ 5-Seat: 389.900 yuan (sekitar Rp 925 juta)
  • Freelander 8 Max+ 6-Seat: 399.900 yuan (sekitar Rp 949 juta)

Freelander 8 merupakan model global yang telah terlihat dalam uji jalan di Uni Emir Arab (UEA). Chery secara aktif mempromosikan kehadirannya di media sosial luar negeri, khususnya di UEA, Kuwait, Qatar, dan Arab Saudi, dengan UEA diproyeksikan menjadi pasar utama di luar China.