Topik.id — Chip penggerak pintar M97 yang dikembangkan oleh GeniTech Co Ltd (Shenji), unit chip milik Nio Inc, berpotensi masuk ke dalam rantai pasokan Geely Auto. Langkah ini dapat menjadi langkah ekspansi Nio untuk melayani pelanggan pihak ketiga.
Rencana awal Geely adalah menggunakan dua chip M97 untuk mengembangkan sistem penggerak otonom level 3 (L3). Hal ini dilaporkan oleh media lokal 36Kr pada Rabu (3/9/2026), mengutip orang-orang yang familiar dengan masalah tersebut.
Laporan tersebut tidak merinci apakah kedua perusahaan telah menandatangani perjanjian nominasi atau pasokan, maupun mengungkapkan model potensial, volume pengadaan, atau lini masa produksi massal.
Perkembangan ini menunjukkan sinyal kerja sama yang lebih konkret dibandingkan Maret lalu, ketika 36Kr melaporkan bahwa Shenji dan mitranya, Axera Semiconductor, tengah mempresentasikan M97 kepada produsen mobil termasuk Geely dan Leapmotor. Saat itu, laporan tersebut juga menyebutkan bahwa Chery juga menunjukkan ketertarikan pada M97.
M97 merupakan chip bantuan pengemudi pertama yang dikembangkan bersama oleh Shenji dan Axera untuk pelanggan pihak ketiga, dengan menawarkan lebih dari 700 TOPS daya komputasi. Chip ini diposisikan bersaing dengan chip Journey 6P dari Horizon Robotics yang menyediakan 560 TOPS. Axera sebelumnya menyatakan M97 dijadwalkan rilis pada kuartal ketiga.
Potensi Pasar Chip Domestik
Beberapa produsen mobil China sedang mencari chip domestik berkapasitas komputasi tinggi dengan harga yang lebih kompetitif, sambil tetap mempertahankan kontrol atas algoritma bantuan pengemudi mereka. Hal ini menciptakan peluang pasar potensial bagi M97.
Shenji sendiri telah menunjukkan kemajuan awal dalam memasok teknologinya secara eksternal. Perusahaan telah mendapatkan nominasi untuk proyek edge-inference dari pemerintah Provinsi Anhui, kota Hefei.
Nio belum merinci kerja sama antara Shenji dan Axera. Laporan 36Kr pada Maret menyebutkan bahwa sumber industri menggambarkan pengaturan tersebut cukup kompleks, bukan sekadar pembelian kekayaan intelektual atau pengadaan chip yang sudah ada.
Para insinyur dari kedua perusahaan secara bersama-sama mengembangkan chip yang disesuaikan untuk pelanggan eksternal, berdasarkan modul inti dan arsitektur Shenji. Aransemen pasokan teknologi ini dilaporkan telah menghasilkan ratusan juta yuan dalam bentuk biaya lisensi untuk Nio, menurut laporan 36Kr pada Rabu yang mengutip sumber industri dekat Axera. Pendapatan Nio berpotensi meningkat lebih lanjut jika pengiriman chip meluas.
Shenji berhasil mengumpulkan pendanaan putaran pertama sebesar 2,257 miliar yuan (sekitar Rp4,9 triliun) pada Februari lalu, memberinya valuasi pasca-pendanaan sebesar 8,27 miliar yuan. Setelah transaksi tersebut, Nio tetap memegang saham pengendali sebesar 62,7% di Shenji melalui anak perusahaannya.
Sebagai informasi, chip penggerak pintar Shenji NX9031 yang dikembangkan secara internal oleh Nio telah digunakan di seluruh jajaran kendaraan Nio dan Onvo. Pengiriman kumulatifnya telah melampaui 300.000 unit per Juli lalu.
Ikuti Topik.id
