Otomotif

Danza Bawa Dua Mobil Listrik Premium Baru ke Indonesia, Intip Spesifikasinya

Danza meluncurkan The New D9 dan Z9GT di Indonesia dengan teknologi Flash Charging dan Blade Battery generasi kedua untuk perkuat pasar kendaraan listrik.

Danza Bawa Dua Mobil Listrik Premium Baru ke Indonesia, Intip Spesifikasinya
Danza The New D9 dan Z9GT (Sumber: moladin)

PT BYD Motor Indonesia memperkuat dominasinya di pasar kendaraan listrik nasional dengan memperkenalkan dua model anyar dari lini premium di bawah jenama Danza. Kehadiran lini baru ini diharapkan mampu mempertahankan posisi perusahaan yang mencatatkan penguasaan pangsa pasar kendaraan listrik domestik sebesar 37% hingga Agustus 2026.

Spesifikasi Danza The New D9 dan Z9GT

Jenama kendaraan premium Danza secara resmi meluncurkan The New D9 dan Z9GT di Jakarta pada Rabu (14/10/2026). Model The New D9 dipasarkan seharga Rp1,08 miliar, sedangkan Danza Z9GT dibanderol dengan harga Rp2,25 miliar untuk menyasar segmen kendaraan mewah berperforma tinggi dan MPV keluarga.

Model KendaraanHarga (OTR)Tenaga MaksimumJarak Tempuh (NEDC)Fitur Unggulan
Danza The New D9Rp1,08 miliar462 PS (340 kW)730 kilometerDiSus-C Intelligent Damping, Audio Devialet 16 speaker, kursi pijat 10 titik, Child Presence Detection
Danza Z9GTRp2,25 miliar1.156 PS701 kilometerTiga motor listrik, DiSus-A, Crab Walk, Compass Turn, kulkas kabin -6 hingga 50 derajat Celsius

Flash Charging Director BYD Asia Pacific Auto Sales Division Richard Li menjelaskan, kedua model tersebut mengandalkan teknologi pengisian daya ultra cepat Flash Charging serta Blade Battery generasi kedua. “Meski menggunakan teknologi serupa, keduanya menyasar kebutuhan konsumen berbeda, yakni performa tinggi pada Z9GT dan kenyamanan berkendara pada The New D9,” ujar dia di Jakarta, diikutip Jumat (16/10/2026).

Teknologi Flash Charging dan Peningkatan Baterai

BYD memperkenalkan teknologi pengisian daya supercepat berdaya hingga 1.500 kilowatt yang dipadukan dengan Blade Battery generasi kedua. Inovasi ini diklaim mampu mengisi daya kendaraan dari 10% hingga 70% hanya dalam kurun waktu lima menit dan mencapai kapasitas penuh dalam sembilan menit.

Richard Li menuturkan bahwa inovasi tersebut dihadirkan untuk mengatasi hambatan utama adopsi kendaraan listrik, yakni durasi pengisian daya. Perusahaan merancang ulang empat komponen utama baterai, yakni material, elektroda, sel baterai, dan sistem baterai, untuk meningkatkan kepadatan energi lebih dari 5% dibandingkan generasi sebelumnya.

Ia juga menegaskan bahwa kecepatan pengisian daya tidak mengorbankan faktor keselamatan. Baterai generasi terbaru tersebut telah melalui serangkaian pengujian ekstrem, mulai dari pengisian cepat berulang, penetrasi paku, hingga uji benturan pada bagian bawah baterai.

Strategi Pemenuhan TKDN dan Kendala Industri

Terkait regulasi tingkat komponen dalam negeri, Head of Public and Government Relations PT BYD Indonesia Luther Panjaitan menyatakan bahwa proses pemenuhan target TKDN masih berjalan sesuai rencana melalui produksi lokal untuk model-model yang mendominasi pasar. “Prosesnya masih berjalan. Kami juga sudah melakukan produksi lokal untuk tipe-tipe kendaraan yang saat ini mendominasi pasar,” ujar dia.

Luther menambahkan, perusahaan membuka peluang untuk mencapai target tersebut lebih cepat dari jadwal apabila kesiapan rantai pasok komponen domestik berjalan lancar. Kendati demikian, untuk lini produk terbaru seperti The New D9 dan Z9GT, saat ini masih didatangkan secara utuh atau CBU dari China. “Apabila respon pasar baik, tidak menutup kemungkinan akan diproduksi di Indonesia,” kata dia.

Di sisi lain, tantangan pemenuhan aturan TKDN turut dikaji oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN). Presiden Direktur TMMIN Nandi Julyanto mengungkapkan bahwa Toyota bZ4X saat ini baru mencapai tingkat kandungan lokal sebesar 40% dan masih mengkaji opsi investasi untuk perakitan baterai lokal demi mencapai target 60%.