— David Almansa mengakui suhu tinggi di Sirkuit Internasional Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), menjadi salah satu hal yang perlu diantisipasi dalam gelaran Moto3 Indonesia 2026. Kondisi tersebut menuntut pembalap dan tim untuk memperhitungkan strategi agar mampu menjaga performa selama akhir pekan balapan.

Meski menghadapi lintasan yang panas dengan kondisi kering, pembalap Liqui Moly Dynavolt Intact GP itu mampu menjalani sesi latihan bebas pertama (FP1) dengan hasil positif. Almansa bahkan mencatatkan waktu tercepat dalam sesi yang berlangsung pada Jumat, 9 Oktober 2026.

David Almansa Puas dengan Hasil FP1 Mandalika

Almansa menilai sesi latihan pembuka berjalan sesuai harapannya meskipun suhu di area sirkuit cukup tinggi. Ia menyebut kondisi lintasan tidak menghambat jalannya latihan secara keseluruhan dan memberikan gambaran awal yang baik untuk menghadapi sesi selanjutnya.

“ Tadi saya sangat bagus menjalaninya, meski kondisi sangat panas khususnya di lintasan, tetapi di luar itu, semuanya berjalan dengan bagus,” kata Almansa setelah menyelesaikan FP1 Moto3.

Pembalap asal Spanyol berusia 20 tahun tersebut mengakhiri sesi dengan catatan waktu 1 menit 37,515 detik. Hasil itu menempatkannya di urutan pertama dalam daftar pembalap tercepat pada latihan bebas pertama Moto3 Indonesia 2026.

Catatan tersebut menjadi modal awal bagi Almansa untuk melanjutkan persiapan. Namun, hasil FP1 belum menjadi gambaran akhir persaingan karena para pembalap masih memiliki kesempatan memperbaiki performa pada sesi berikutnya.

Cuaca Panas Jadi Pertimbangan Strategi Tim

Suhu tinggi di Mandalika menjadi faktor yang perlu diperhatikan dalam menentukan pendekatan teknis selama balapan. Tim harus mengevaluasi kondisi lintasan dan respons motor untuk menemukan setelan yang sesuai dengan karakter sirkuit.

Bagi Almansa, sesi latihan pertama juga berfungsi sebagai kesempatan memahami kondisi trek sekaligus mengumpulkan informasi mengenai motor. Data tersebut dapat digunakan sebagai bahan evaluasi sebelum memasuki sesi kualifikasi.

Kondisi cuaca yang panas membuat konsistensi performa menjadi salah satu aspek penting. Pembalap dan tim perlu memastikan persiapan berjalan tepat agar dapat mempertahankan kecepatan ketika persaingan semakin ketat.

Almansa Bidik Performa Lebih Baik pada Sesi Berikutnya

Meski berhasil menjadi pembalap tercepat di FP1, Almansa masih melihat ruang untuk meningkatkan catatan waktunya. Ia optimistis evaluasi bersama tim dapat membantu memperbaiki performa motor dan menentukan strategi yang lebih sesuai.

Persiapan berikutnya akan menjadi kesempatan untuk mengoptimalkan hasil latihan awal. Para pembalap juga dapat memanfaatkan data yang terkumpul untuk menyesuaikan setelan motor dengan karakter lintasan Mandalika.

Dengan hasil positif pada FP1, Almansa kini memiliki bekal awal untuk menghadapi kualifikasi dan balapan Moto3 Indonesia 2026. Tantangan cuaca panas tetap perlu diperhitungkan agar performanya dapat terjaga sepanjang rangkaian akhir pekan.