TOPIK.ID — Yogyakarta memegang posisi strategis sebagai pintu gerbang utama menuju kawasan Candi Borobudur yang merupakan salah satu dari lima Destinasi Super Prioritas di Indonesia. Posisi tersebut semakin kokoh berkat tingginya minat perjalanan masyarakat serta peningkatan kualitas konektivitas udara lewat Yogyakarta International Airport.
Badan Pusat Statistik mencatat sebanyak 13.876 kunjungan wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia melalui bandara tersebut pada Agustus 2026. Pada periode yang sama, Daerah Istimewa Yogyakarta juga mencatat angka kunjungan wisatawan nusantara sebanyak 3.890.520 perjalanan.
Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar hotel bintang di wilayah ini berada di angka 56,71 persen, sedangkan akomodasi non-bintang tercatat sebesar 27,80 persen pada bulan Agustus 2026. Rata-rata lama menginap tamu di hotel bintang mencapai 1,57 malam dan 1,19 malam untuk akomodasi non-bintang.
“Tingginya minat masyarakat ini sekaligus mendukung strategi IHG Hotels untuk terus berkembang di destinasi-destinasi yang memiliki daya tarik kuat,” ujar Chris Anklin, Senior Director, Development, South East Asia & Korea, IHG Hotels & Resorts, dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026).
IHG Hotels & Resorts mengumumkan kerja sama dengan pengembang properti PT Raka Eka Makmur untuk membangun Hotel Indigo Yogyakarta. Properti yang dijadwalkan mulai beroperasi pada 2029 ini menandai langkah perdana merek tersebut di Yogyakarta sekaligus memperluas portofolio segmen Luxury & Lifestyle di Indonesia.
Langkah ini mengikuti kesuksesan Hotel Indigo Bali Seminyak Beach serta rencana pembukaan properti serupa di Bandung dan Bintan. Saat ini, IHG telah mengoperasikan tiga properti Hotel Indigo di Indonesia dengan enam proyek lain yang masih dalam tahap pengembangan di berbagai destinasi utama.
Chris menjelaskan, pihaknya sangat antusias membawa merek Hotel Indigo ke Yogyakarta yang dikenal kaya akan warisan budaya dan kreativitas. Karakter lokal yang kuat dinilai selaras dengan konsep akomodasi yang mengangkat cerita autentik dari lingkungan sekitar.
“Penandatanganan ini menandai dimulainya kemitraan kami dengan PT Raka Eka Makmur. Bersama-sama, kami berharap dapat menciptakan pengalaman perhotelan yang menampilkan hal-hal terbaik dari Yogyakarta sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan kota ini sebagai destinasi pariwisata,” lanjutnya.
Fasilitas Hotel Indigo Yogyakarta
Rencana pembangunan Hotel Indigo Yogyakarta akan mencakup 180 kamar yang dirancang dengan sentuhan identitas budaya lokal. Berbagai fasilitas pendukung turut disiapkan untuk kenyamanan para tamu yang berkunjung ke kota ini.
Fasilitas utama yang akan tersedia meliputi restoran yang melayani sepanjang hari, bar dan teras di bagian atap gedung, kolam renang, pusat kebugaran, serta fasilitas spa. Selain itu, hotel ini juga menyediakan area pertemuan dan ruang acara seluas sekitar 740 meter persegi yang terdiri dari sebuah ballroom serta beberapa ruang rapat.
Ronny Pallar, Presiden Direktur PT Raka Eka Makmur, menyampaikan kegusarannya dalam menyambut kerja sama ini untuk menghadirkan pengalaman menginap berstandar internasional di jantung budaya Pulau Jawa.
“Sebagai jantung budaya Pulau Jawa, Yogyakarta dikenal akan kekayaan warisan budaya, tradisi seni, dan komunitas kreatifnya yang dinamis,” ucap Ronny.
“Hal ini menjadikan Yogyakarta lokasi yang sangat sesuai dengan konsep Hotel Indigo yang terinspirasi dari lingkungan sekitarnya. Hotel ini akan menjadi pintu gerbang bagi para tamu untuk menikmati pengalaman autentik melalui seni, kuliner, dan budaya Yogyakarta, sekaligus menjadi tempat untuk menjelajahi situs Warisan Dunia UNESCO seperti Borobudur dan Prambanan.”
“Bersama IHG, kami berharap dapat menciptakan hotel yang merefleksikan semangat Yogyakarta dan memberikan kesempatan kepada para tamu untuk mengenal masyarakat, budaya, serta cerita yang membuat destinasi ini begitu unik,” ujarnya.
Secara keseluruhan, IHG saat ini mengelola 35 hotel dari sembilan merek berbeda di seluruh wilayah Indonesia. Sebanyak 13 properti tambahan juga masih dalam proses pengembangan sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan di pasar nasional.


