Topik.id — Persita Tangerang memulai kiprahnya di BRI Super League 2026/2027 dengan hasil yang kurang memuaskan. Tim berjuluk Pendekar Cisadane ini dipaksa bermain imbang 1-1 saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Bantul, pada Sabtu (5/9/2026).
Gol pembuka keunggulan Persita dicetak oleh Luquinhas pada menit ke-49. Namun, keunggulan tersebut tidak bertahan lama setelah PSIM Yogyakarta berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Savio Sheva di menit ke-84.
Evaluasi Pelatih Carlos Pena
Pelatih Persita, Carlos Pena, mengungkapkan kekecewaannya atas hasil tersebut. Menurutnya, timnya sudah sangat dekat dengan kemenangan, namun PSIM memberikan tekanan intens di 20 menit terakhir pertandingan.
“Kami tidak begitu senang karena seharusnya sudah dekat dengan kemenangan. Dua puluh menit terakhir memang PSIM melakukan push ke depan yang sedikit membuat kami kesulitan mengontrol. Kami juga dapat peluang bagus dari Pablo,” ujar Carlos Pena usai laga.
Meskipun demikian, pelatih asal Spanyol ini tetap mengapresiasi perjuangan para pemainnya. Ia menyoroti bahwa beberapa pemain baru saja bergabung dan ada pula pemain muda yang baru pertama kali tampil di laga away.
“Tak gampang mendapatkan satu poin dari laga away ini. Beberapa pemain baru tampil di laga ini. Bek kanan kita juga baru berusia 19 tahun. Dion Markx juga baru datang tiga hari dan dia langsung bermain. Kami berharap minggu depan bisa lebih bagus,” tambahnya.
Optimisme Pemain
Di sisi lain, pemain Persita, Mario Jardel, menyambut hasil imbang ini dengan rasa syukur.
“Tentunya dari pemain kami sangat bersyukur, Alhamdulillah bisa mendapatkan hasil seri ini. Pertandingan ini tidak mudah karena ini pertandingan pertama. Kita hampir saja mencuri tiga poin. Tapi inilah sepak bola. Apa pun hasilnya tetap kita syukuri,” kata Mario Jardel.
Hasil imbang ini menjadi modal awal bagi Persita sebelum menjamu Java United FC di Banten International Stadium, Serang, pada pertandingan selanjutnya yang dijadwalkan pada 13 September.
Ikuti Topik.id
