Elyaz Zidane memulai babak baru dalam perjalanan karier sepak bolanya dengan meninggalkan Spanyol untuk melanjutkan kiprah di Prancis. Putra bungsu legenda sepak bola Zinedine Zidane tersebut resmi bergabung dengan Red Star, klub yang berkompetisi di Ligue 2 atau kasta kedua sepak bola Prancis.
Kepindahan ini menjadi kesempatan bagi Elyaz untuk mengembangkan kemampuannya di lingkungan kompetisi yang berbeda. Setelah menjalani sebagian besar proses pembinaan sepak bola di Spanyol, pemain berusia 20 tahun itu kini berusaha membuktikan potensinya bersama Red Star dan mendapatkan pengalaman bermain di level profesional.
Elyaz Zidane Pilih Red Star Setelah Dibina di Spanyol
Keputusan meninggalkan akademi Real Betis bukan sekadar perpindahan klub bagi Elyaz. Ia ingin mencoba tantangan baru di negara asal keluarganya, sekaligus mencari lingkungan yang dapat memberinya kesempatan untuk berkembang.
Elyaz mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya memiliki beberapa pilihan klub di Prancis. Namun, pendekatan Red Star membuatnya mantap mengambil keputusan tersebut.
“Setelah menjalani seluruh pelatihan saya di Spanyol, saya ingin menjajal liga di Prancis. Saya memang memiliki opsi lain di Prancis, tetapi Red Star menunjukkan kepercayaan yang sungguh-sungguh kepada saya,” ujar Elyaz, seperti dilansir Tribuna.
Kepercayaan dari klub barunya menjadi salah satu pertimbangan penting bagi Elyaz. Kesempatan memperoleh menit bermain secara konsisten diharapkan dapat membantunya meningkatkan kemampuan serta beradaptasi dengan tuntutan kompetisi yang baru.
Jejak Elyaz Zidane di Akademi Real Madrid
Sebagai putra bungsu Zinedine Zidane, perjalanan Elyaz tidak terlepas dari perhatian publik sepak bola. Ia mulai menimba ilmu di akademi Real Madrid pada 2021 dan menjalani pembinaan di sejumlah kelompok umur, termasuk kategori U-17 hingga U-19.
Elyaz dikenal mampu mengisi beberapa posisi di lini pertahanan. Ia dapat bermain sebagai bek tengah maupun bek kiri, sehingga memberikan pilihan bagi pelatih dalam menyusun komposisi pemain belakang.
Selain pengalaman bersama akademi klub, Elyaz juga pernah mendapatkan panggilan untuk memperkuat Timnas Prancis U-20. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari prosesnya membangun karier di level internasional kelompok umur.
Tujuh Kali Jadi Starter, Elyaz Mulai Mendapat Kepercayaan
Bersama Red Star pada awal musim ini, Elyaz mulai memperoleh kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya. Ia tercatat tujuh kali tampil sebagai starter dan menyumbangkan satu assist.
Catatan tersebut menjadi modal awal bagi bek kelahiran 2005 itu untuk beradaptasi dengan tuntutan sepak bola Prancis. Konsistensi penampilan akan menjadi faktor penting apabila ia ingin mempertahankan tempat di tim utama.
Meski memiliki nama keluarga yang dikenal luas, Elyaz tetap harus membangun reputasinya melalui performa di lapangan. Kepindahan ke Red Star memberinya ruang untuk membuktikan kualitas secara mandiri.
Kini, tantangan berikutnya adalah menjaga perkembangan permainan dan memanfaatkan setiap kesempatan yang tersedia. Jika mampu tampil konsisten, pengalaman di Ligue 2 dapat menjadi pijakan bagi Elyaz untuk mengejar peluang berkarier di level kompetisi yang lebih tinggi.









