Saham

Empat Saham Ini Jadi Bulan-bulanan Asing, Cek Prospek BBCA

Saham BBCA, BBRI, BMRI, dan GOTO diterpa aksi jual asing pada Oktober 2026. Simak ulasan pergerakan pasar dan rekomendasi saham untuk BCA.

Empat Saham Ini Jadi Bulan-bulanan Asing, Cek Prospek BBCA
Gedung Kantor BCA (BBCA) (Sumber: Shutterstock)

Deretan saham dari empat emiten terkemuka di Bursa Efek Indonesia menghadapi tekanan berat dari investor asing sepanjang paruh pertama bulan ini, tepatnya pada periode 1 hingga 16 Oktober 2026.

Kelompok emiten yang menjadi sasaran utama aksi jual tersebut meliputi PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), serta PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).

Tekanan paling masif dialami oleh saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). Pemodal luar negeri tercatat melepas kepemilikan mereka dan membukukan aksi jual bersih atau net sell senilai Rp 2,14 triliun dalam rentang waktu tersebut.

Tekanan serupa juga melanda saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). BRI mengantongi catatan net sell asing sebesar Rp 1,5 triliun.

Sementara itu, saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) tak luput dari gelombang pelemahan akibat aksi jual asing yang mencapai Rp 1,43 triliun.

Adapun saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turut menderita koreksi akibat aksi pelepasan oleh investor asing dengan nilai net sell menyentuh Rp 1,31 triliun sepanjang Oktober berjalan.

Secara keseluruhan, akumulasi aksi jual bersih yang dilakukan oleh investor asing di pasar modal Indonesia pada 1-16 Oktober 2026 telah mencapai angka Rp 6,98 triliun.

Tekanan Pekan Lalu dan Tren GOTO

Gelombang penjualan oleh investor asing terhadap saham-saham perbankan besar semakin intensif pada pekan lalu, yakni periode 12 hingga 16 Oktober 2026.

Sepanjang pekan tersebut, saham BBCA, BBRI, dan BMRI secara berurutan mencatatkan nilai net sell asing masing-masing sebesar Rp 1,85 triliun, Rp 1,11 triliun, serta Rp 1,06 triliun.

Kendati demikian, dinamika berbeda justru ditunjukkan oleh saham GOTO. Emiten teknologi tersebut mampu berbalik arah dan mencatatkan aksi beli bersih atau net buy asing sebesar Rp 347,95 miliar pada pekan lalu.

Rekomendasi Saham BBCA

Menanggapi pergerakan pasar saat ini, KB Valbury Sekuritas menyampaikan pandangan serta strategi investasi untuk perdagangan Senin (19/10/2026).

Sekuritas tersebut memberikan rekomendasi buy on weakness untuk saham BBCA dengan mematok target harga di level 5.600. Pada penutupan perdagangan Jumat pekan lalu, saham BBCA berada di posisi 5.175.

Para pemodal disarankan untuk memanfaatkan rentang titik masuk di kisaran 4.960 sampai 5.175. Di sisi lain, langkah mitigasi risiko melalui stoploss perlu segera diambil apabila harga saham BCA merosot hingga di bawah level 4.310.