— Pertemuan krusial antara Timnas Indonesia dan Thailand bakal tersaji pada partai puncak FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Senin (5/10). Menjelang duel penentuan tersebut, juru taktik Skuad Garuda John Herdman mengaku sudah sangat memahami gaya kepelatihan pelatih Tim Gajah Perang, Anthony Hudson.

Kedekatan latar belakang karier menjadi alasan utama pemahaman tersebut. Baik Herdman maupun Hudson merupakan pelatih berkebangsaan Inggris yang sama-sama pernah merasakan kerasnya atmosfer kompetisi sepak bola di kawasan Amerika Utara.

Selama berkiprah di sana, Herdman sempat memegang kendali kepelatihan Timnas Kanada serta klub Major League Soccer (MLS), Toronto FC. Di sisi lain, Hudson pernah menukangi Colorado Rapids di MLS serta mengemban tugas sebagai asisten pelatih dan pelatih interim Timnas Amerika Serikat.

Rekam jejak pertemuan keduanya juga pernah tersaji ketika Herdman menakhodai Kanada. Dalam periode tersebut, ia tercatat tiga kali berhadapan dengan Hudson yang saat itu menjadi bagian dari staf kepelatihan Amerika Serikat mendampingi Gregg Berhalter. Dari tiga pertemuan itu, catatan rekor keduanya cukup seimbang dengan membukukan masing-masing satu kemenangan serta satu hasil imbang.

Menghadapi partai final nanti, pelatih berusia asal Inggris tersebut memandang calon lawannya sebagai sosok pelatih yang memiliki pemahaman taktik yang cair. Di mata Herdman, Hudson dikenal sebagai juru taktik yang mampu mengubah pendekatan permainan secara dinamis.

“Anthony Hudson adalah pelatih yang sangat fleksibel dan adaptif. Dia adalah pelatih top. Saya mengenalnya sejak berada di Amerika Utara dan dia sangat bagus dalam pekerjaannya,” ujar Herdman dalam konferensi pers jelang lawan Thailand.

Langkah Timnas Indonesia menuju partai puncak dipastikan usai keluar sebagai juara Grup A. Skuad Merah Putih mengumpulkan perolehan tujuh poin, angka yang sama dengan Malaysia yang menempati peringkat kedua setelah duel kedua tim berakhir imbang tanpa gol.

Kendati mengantongi jumlah poin dan selisih gol yang identik yakni +9, Indonesia berhak melaju berkat keunggulan produktivitas gol. Pasalnya, lini serang Garuda sukses membukukan 11 gol sepanjang fase grup, sementara Malaysia mencetak sembilan gol.

Sementara itu, kubu Thailand melangkah ke partai perebutan gelar juara dengan status penguasa Grup B. Gajah Perang mengoleksi enam poin, setara dengan perolehan Vietnam, namun berhak lolos berkat keunggulan rekam jejak pertemuan setelah sukses membungkam Vietnam dengan skor 2-0 di fase grup.