Fred Perry DNA Night 2026 sukses mempertemukan komunitas dan para pencinta musik di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan, melalui rangkaian penampilan MERAK, Alkateri, Grrrl Gang, The Adams, dan Agrikulture, serta berbagai aktivitas yang merayakan karakter Fred Perry.
Ada sejumlah pakaian yang pada akhirnya memiliki kehidupan sendiri di luar fungsi awalnya. Sebuah jaket olahraga dapat berpindah dari lapangan ke jalanan, sepatu tenis dapat menjadi bagian dari keseharian, sementara sebuah kemeja dapat dikenakan dan dimaknai dengan cara berbeda oleh komunitas yang berbeda.
Seiring waktu, pieces tersebut tidak lagi hanya berbicara tentang apa yang dikenakan, tetapi juga tentang musik, gaya, dan kultur yang tumbuh di sekitarnya.
Unita Fatimah selaku Brand Manager Fred Perry Indonesia mengatakan, DNA bagi Fred Perry direpresentasikan melalui Hero Styles dari brand yang menandai evolusinya dari sportswear menjadi streetwear.
“Styles ini telah diadopsi oleh berbagai generasi dan menjadi shorthand untuk sport, music, dan subculture,” kata Unita dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (15/10/2026).
Perjalanan semacam ini telah menjadi bagian dari Fred Perry. Berangkat dari dunia tenis, sejumlah pieces yang menjadi bagian dari sejarah brand kemudian menemukan tempatnya di berbagai skena dan subculture, membentuk karakter yang terus berkembang dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Semangat tersebut menjadi bagian dari Fred Perry DNA Night 2026, yang berlangsung pada Sabtu, 10 Oktober 2026 di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan.
Tahun ini, DNA Fred Perry diterjemahkan melalui sejumlah hero styles yang telah menjadi bagian penting dari karakter dan uniform Fred Perry: The Fred Perry Shirt, The Tennis Bomber, The Taped Track Jacket, The Barrel Bag, dan The Tennis Shoe.
Kelima pieces tersebut merepresentasikan bagaimana Fred Perry berkembang dari akar sportswear dan kemudian menemukan tempatnya di jalanan, musik, serta berbagai komunitas dan subculture.
Lebih dari sekadar identitas yang terlihat melalui Laurel Wreath, setiap hero style memiliki perjalanan dan karakter tersendiri. The Fred Perry Shirt, dengan ciri khas twin-tipped collar dan Laurel Wreath, menjadi salah satu piece yang paling mudah dikenali dari Fred Perry.
Sementara The Tennis Bomber membawa karakter sportswear ke dalam siluet yang lebih kasual, dan The Taped Track Jacket memperlihatkan bagaimana elemen olahraga dapat beririsan dengan berbagai skena musik dan gaya jalanan.
Perjalanan tersebut juga hadir melalui The Barrel Bag dan The Tennis Shoe, dua pieces yang berkembang dari kebutuhan fungsional menuju bagian dari keseharian.
Ketika dikenakan oleh komunitas yang berbeda, masing-masing piece kemudian memiliki konteks dan makna yang turut berubah. Dari olahraga hingga musik, dari satu subculture ke subculture lainnya, hero styles tersebut menjadi bagian dari sebuah uniform yang terus menemukan interpretasi baru.
Ragam piece tersebut menjadi bagian dari bagaimana Fred Perry mempertahankan karakter sekaligus terus berkembang bersama komunitas yang mengenakannya.
DNA yang berakar pada sport tidak berhenti di lapangan, tetapi terus bergerak mengikuti perubahan gaya, musik, dan kultur yang ada di sekitarnya.
Semangat yang sama kemudian terasa melalui musik yang menjadi bagian penting dalam perjalanan Fred Perry bersama subculture. Dalam DNA Night 2026, sejumlah nama dari skena musik Indonesia hadir dengan karakter dan interpretasi mereka masing-masing. MERAK membawa perpaduan vintage psychedelic rock dan musik alternative, sementara Alkateri menghadirkan karakter indie-pop dengan sentuhan shoegaze dan ambient post-rock.
Dari Yogyakarta, Grrrl Gang hadir dengan melodi guitar-driven dan estetika DIY, sementara The Adams dan Agrikulture turut menjadi bagian dari rangkaian penampil malam tersebut.
Kehadiran berbagai karakter musik ini memperlihatkan bagaimana hubungan Fred Perry dengan musik terus berkembang melalui komunitas dan generasi yang berbeda.
Di luar panggung, DNA Night 2026 juga menghadirkan sejumlah elemen yang menerjemahkan karakter Fred Perry ke dalam pengalaman yang lebih interaktif. Berlokasi di Urban Forest Cipete, sebuah ruang hijau terbuka dengan suasana urban, acara ini memadukan lingkungan yang santai dengan energi skena kreatif Jakarta.
Sejumlah instalasi hadir di area acara, termasuk immersive tunnel yang membawa elemen visual Fred Perry ke dalam ruang. Sementara itu, photobooth memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk mengabadikan momen mereka sepanjang acara dan membagikannya melalui platform personal.
Hubungan Fred Perry dengan dunia olahraga juga kembali hadir melalui tennis table activation. Terinspirasi dari hubungan panjang Fred Perry dengan olahraga raket, area ini memberikan ruang bagi para pengunjung dan komunitas yang berpartisipasi untuk bermain maupun menyaksikan pertandingan bersama dalam suasana yang lebih kasual.
Memasuki malam, pilihan musik dari SCRUBS!, Glasloop, dan Trip Do Brasil melengkapi suasana dengan karakter yang berbeda, mulai dari disco, house, hypnotic grooves, hingga musik Brasil.
Bersama rangkaian penampilan dan aktivitas yang hadir sepanjang malam, pengalaman tersebut mempertemukan tiga elemen yang telah lama menjadi bagian dari perjalanan Fred Perry: sport, music, dan subculture.
“Dalam menyambut ulang tahun Fred Perry yang ke-75 pada 2027, Fred Perry mengangkat timeless styles yang mendefinisikan warisannya dalam sport, music, dan subculture. Dengan mempertemukan musisi dan subculture Indonesia, Fred Perry merayakan bagaimana styles ikonisnya terus diadopsi oleh setiap generasi sebagai sesuatu yang timeless dan autentik,” lanjut Unita.









