Topik.id — Geely bersiap memperkenalkan teknologi pengisian daya kendaraan listrik terbaru yang diklaim mampu memangkas waktu charging menjadi hanya sekitar empat menit. Teknologi tersebut dijadwalkan diperkenalkan secara resmi pada Rabu, 23 September 2026, di Geely Global All-Domain Safety Center, Ningbo, China.
Langkah ini menempatkan Geely dalam persaingan langsung dengan BYD yang juga tengah mengembangkan sistem pengisian daya berkecepatan sangat tinggi. Geely menyebut teknologi barunya dapat menyalurkan daya hingga 2,2MW, angka yang jauh lebih besar dibandingkan kemampuan 1,5MW pada sistem Flash Charging 2.0 milik BYD.
Geely Klaim Charging Hanya Empat Menit
Geely telah memberikan sinyal mengenai teknologi barunya melalui unggahan di media sosial. Dalam materi tersebut, perusahaan menggunakan slogan “Charge in Four Minutes, Drive with Peace of Mind” serta menyebut teknologi itu sebagai Geely Next-Generation AI Smart Charging Technology.
Besarnya daya hingga 2,2MW menjadi salah satu aspek yang paling menarik perhatian. Jika angka tersebut dapat direalisasikan dalam penggunaan kendaraan konsumen, waktu yang dibutuhkan untuk mengisi baterai akan semakin mendekati durasi pengisian bahan bakar kendaraan konvensional.
Geely juga menyebut sistem tersebut mengandalkan kecerdasan buatan untuk mengelola proses pengisian. Pengelolaan suhu dan kondisi baterai menjadi bagian penting karena peningkatan daya charging berpotensi menghasilkan panas yang lebih tinggi.
Parameter Pengisian Belum Diungkap Lengkap
Meski klaim empat menit terdengar sangat singkat, masih ada informasi penting yang belum dijelaskan Geely. Salah satunya adalah rentang kapasitas baterai yang digunakan sebagai dasar penghitungan waktu tersebut.
Dalam industri kendaraan listrik, angka waktu pengisian umumnya tidak dihitung dari kondisi baterai kosong hingga 100 persen. Pengujian sering menggunakan rentang tertentu, misalnya dari 10 hingga 70 persen atau 10 hingga 80 persen. Hal ini disebabkan laju pengisian biasanya menurun ketika kapasitas baterai semakin mendekati penuh.
Karena itu, angka empat menit yang disampaikan Geely perlu dilihat bersama parameter pengujian lainnya. Detail mengenai kapasitas baterai, kondisi awal, kapasitas akhir, suhu, serta jenis kendaraan yang digunakan diperkirakan akan menjadi bagian dari pengumuman resmi.
Daya 2,2MW Tantang Teknologi BYD
Persaingan teknologi charging di China kini tidak hanya berkaitan dengan kapasitas baterai, tetapi juga seberapa cepat energi dapat disalurkan ke kendaraan. BYD sebelumnya memperkenalkan Flash Charging 2.0 dengan kemampuan hingga 1,5MW.
Geely menempatkan teknologi 2,2MW miliknya di atas angka tersebut. Perusahaan juga mengaitkan sistem baru ini dengan kemampuan pengisian sekitar empat menit, meskipun perbandingan langsung tetap perlu mempertimbangkan metode pengujian yang digunakan masing-masing produsen.
Perkembangan tersebut menunjukkan bagaimana produsen kendaraan listrik China terus mendorong batas teknologi fast charging. Selisih waktu yang sebelumnya dihitung dalam hitungan menit kini mulai dipersempit hingga satuan detik.
Geely Soroti Umur Pakai Baterai
Kecepatan charging bukan satu-satunya aspek yang menjadi perhatian. Geely juga dikabarkan mengembangkan sistem AI Smart Charging untuk membantu mengontrol temperatur dan menjaga kondisi baterai selama siklus pengisian serta penggunaan kendaraan.
Teknologi tersebut disebut mendukung hingga 3.500 siklus pengisian dan pengosongan dengan tingkat degradasi yang diklaim tetap terbatas. Namun, angka tersebut juga masih perlu dilihat berdasarkan metode pengujian dan kondisi penggunaan yang diterapkan.
Dengan daya hingga 2,2MW, tantangan terbesar bukan sekadar membuat proses pengisian berlangsung cepat, tetapi memastikan sistem kelistrikan, baterai, pendinginan, dan keselamatan kendaraan mampu bekerja secara konsisten.
Standar Fast Charging EV Terus Berubah
Perkembangan teknologi charging di China memperlihatkan perubahan standar dalam industri kendaraan listrik. Jika sebelumnya waktu pengisian lima atau enam menit sudah dianggap sangat cepat, kini produsen mulai berlomba memangkasnya hingga hitungan detik.
Geely menjadi salah satu perusahaan yang ikut mendorong perubahan tersebut melalui sistem 2,2MW yang akan diperkenalkan pada 23 September. Meski demikian, klaim empat menit dan kemampuan teknis lainnya masih harus menunggu penjelasan resmi.
Peluncuran tersebut akan menjadi kesempatan bagi Geely untuk memperlihatkan seberapa jauh teknologi charging generasi barunya dapat diterapkan pada kendaraan konsumen. Spesifikasi lengkap dan metode pengujiannya akan menentukan bagaimana teknologi tersebut dibandingkan dengan sistem fast charging yang sudah diperkenalkan kompetitor.
