Barcelona sukses mengamankan kemenangan saat bertandang ke markas Real Betis pada lanjutan LaLiga yang berlangsung Sabtu, 17 Oktober 2026 malam WIB. Skuad asuhan Hansi Flick tersebut menutup pertandingan dengan skor meyakinkan 5-2.
Meski demikian, jalannya laga diwarnai oleh sejumlah keputusan pengadil lapangan yang mengundang perdebatan. Salah satu momen paling disorot adalah dianulirnya gol indah yang dicetak oleh gelandang Real Betis, Giovani Lo Celso, menjelang babak pertama berakhir.
Mantan pemain Tottenham Hotspur tersebut sempat mengejutkan publik lewat tendangan voli spektakuler dari luar kotak penalti. Sebelum melepaskan tembakan langsung, Lo Celso bahkan sempat memutar badannya terlebih dahulu.
Sayangnya, kegembiraan tim tuan rumah harus sirna setelah wasit memutuskan membatalkan gol tersebut usai meninjau tayangan ulang melalui VAR. Dalam proses terciptanya gol, penyerang Real Betis, Cucho Hernandez, dinilai melakukan handball.
Keputusan tersebut langsung menuai kecaman keras dari juru taktik Real Betis, Manuel Pellegrini. Pelatih berpengalaman itu meyakini bahwa anak asuhnya sama sekali tidak sengaja menyentuh bola dengan tangan.
“[Hernandez] mengontrol bola dengan dadanya dan didorong oleh bek Barcelona [menendang bola ke arah tangannya],” ujar Pellegrini, dikutip dari ESPN.
“Itu terjadi dari jarak 30 meter dan tidak berpengaruh pada gol tersebut. Insiden tersebut akibat dari dorongan pemain Barcelona. Sayangnya, mereka telah merusak tontonan di depan 60.000 orang,” jelasnya.
Selain insiden tersebut, Pellegrini juga menyoroti proses gol ketiga Barcelona yang dicetak oleh Gabriel Jesus. Menurutnya, gol tersebut seharusnya tidak sah karena ada pelanggaran dari Fermin Lopez yang mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai kepala pemain lawan, namun diabaikan oleh perangkat pertandingan.
“Bagi saya ini adalah kinerja wasit yang menyedihkan. Tidak perlu menerapkan kriteria yang diterapkan dalam semua insiden tersebut,” keluh Pellegrini menanggapi kepemimpinan wasit dalam duel Real Betis kontra Barcelona.









