Google memperkuat sistem keamanan Android dengan menghadirkan sejumlah fitur baru untuk melindungi pengguna dari berbagai modus penipuan digital. Salah satu inovasi yang diperkenalkan adalah Enhanced Protection, yang memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) Gemini Nano untuk membantu mengenali pesan singkat atau SMS yang terindikasi sebagai penipuan.
Pembaruan ini menjadi bagian dari upaya Google meningkatkan perlindungan terhadap ancaman kejahatan siber yang semakin kompleks. Tidak hanya mendeteksi pesan mencurigakan, perusahaan juga memperkenalkan perlindungan terhadap tautan berbahaya, penyalahgunaan fitur berbagi layar, hingga pengalihan panggilan telepon tanpa izin.
Melalui teknologi terbaru tersebut, Google berupaya memberikan lapisan keamanan tambahan bagi pengguna Android, terutama ketika berinteraksi dengan nomor tidak dikenal atau menerima pesan yang mengandung tautan mencurigakan.
Gemini Nano Bantu Deteksi SMS Penipuan
Salah satu pembaruan utama yang diperkenalkan Google adalah peningkatan kemampuan Scam Detection di aplikasi Google Messages melalui fitur Enhanced Protection.
Sistem ini menggabungkan kemampuan Gemini Nano dengan analisis berbasis cloud yang dirancang untuk mengidentifikasi pola penipuan secara lebih mendalam.
Teknologi tersebut memungkinkan perangkat mengenali indikasi penipuan, termasuk ketika pelaku tidak langsung mengirimkan tautan berbahaya, melainkan terlebih dahulu membangun komunikasi untuk mendapatkan kepercayaan calon korban.
“Penipu sering kali menyamarkan motif mereka yang sebenarnya di balik percakapan yang dibangun secara perlahan,” ungkap Google dalam pengumumannya, sebagaimana dikutip dari The Verge, Sabtu (17/10/2026).
Menurut Google, penggunaan analisis berbasis cloud yang aman dapat melengkapi sistem pendeteksian yang sebelumnya telah berjalan langsung di perangkat.
Dengan pendekatan tersebut, perlindungan diharapkan mampu mengenali metode penipuan baru yang semakin sulit diidentifikasi sekaligus membantu menghentikan aktivitas mencurigakan sebelum menimbulkan kerugian bagi pengguna.
Perlindungan dari Link Berbahaya
Selain meningkatkan kemampuan pendeteksian pesan, Google menghadirkan sistem keamanan tambahan untuk memeriksa tautan yang dikirimkan melalui SMS, khususnya dari nomor yang tidak dikenal.
Fitur perlindungan ini dirancang untuk mengidentifikasi domain berbahaya yang belum tercantum dalam katalog ancaman keamanan.
Langkah tersebut dinilai penting karena pelaku penipuan kerap memanfaatkan alamat situs baru untuk menghindari sistem pemblokiran yang sudah tersedia.
Dengan perlindungan terbaru, pengguna dapat memperoleh peringatan sebelum membuka tautan yang berpotensi mengarahkan mereka ke situs phishing atau halaman berbahaya lainnya.
Google menyebutkan bahwa fitur perlindungan tautan baru akan tersedia pada sejumlah perangkat Android, meliputi:
- Google Pixel 10 Series dan generasi lebih baru.
- Samsung Galaxy S26 Series.
- Samsung Galaxy Z Fold 8.
- Samsung Galaxy Z Flip 8.
- Sejumlah perangkat Android terpilih lainnya.
Ketersediaan fitur dapat berbeda bergantung pada model perangkat dan tahapan distribusi pembaruan.
Scam Detection Diperluas ke Berbagai Merek Android
Google juga memperluas dukungan Scam Detection pada notifikasi percakapan. Sebelumnya, kemampuan tersebut hanya tersedia secara terbatas pada perangkat Google Pixel.
Melalui pembaruan terbaru, fitur ini akan menjangkau lebih banyak pengguna Android secara global, termasuk perangkat dari Honor, Infinix, Motorola, OnePlus, Oppo, Tecno, Vivo, dan Xiaomi.
Ketika sistem menemukan indikasi penipuan dalam notifikasi percakapan, pengguna akan mendapatkan peringatan bertuliskan “kemungkinan penipuan”.
Peringatan tersebut berfungsi sebagai informasi awal agar pengguna lebih berhati-hati sebelum memberikan respons atau mengikuti instruksi yang disampaikan pengirim pesan.
Pengguna juga dapat mengetuk notifikasi peringatan untuk melihat sejumlah panduan keamanan, termasuk langkah melindungi informasi pribadi dari upaya pencurian data.
Perluasan dukungan ini diharapkan dapat menghadirkan perlindungan yang lebih merata bagi pengguna Android, tanpa terbatas pada perangkat buatan Google.
Google Perketat Keamanan Saat Berbagi Layar
Peningkatan keamanan Android berikutnya menyasar aktivitas berbagi layar atau screen sharing, yang semakin sering dimanfaatkan dalam komunikasi jarak jauh.
Google memperkenalkan perlindungan otomatis yang dapat menyembunyikan informasi sensitif ketika pengguna membagikan tampilan layar kepada pihak lain.
Sistem tersebut dirancang untuk melindungi kolom login dan halaman pembayaran yang ditampilkan melalui Google Chrome maupun Android System WebView.
Dengan demikian, informasi penting yang muncul ketika pengguna mengakses layanan tertentu tidak langsung terlihat oleh orang lain yang sedang menyaksikan layar perangkat.
Fitur ini menjadi langkah pencegahan terhadap modus penipuan yang memanfaatkan aktivitas berbagi layar untuk memperoleh informasi rahasia, termasuk data akun dan transaksi keuangan.
Google memastikan perlindungan berbagi layar tersebut dapat digunakan pada perangkat yang menjalankan Android 15 atau versi lebih baru.
Cegah Pencurian OTP melalui Pengalihan Panggilan
Pembaruan terakhir berkaitan dengan penyalahgunaan fitur pengalihan panggilan atau call forwarding yang dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mengambil alih kode verifikasi.
Google akan memperketat mekanisme keamanan dengan mencegah aplikasi mengaktifkan pengalihan panggilan secara diam-diam ketika berjalan di latar belakang.
Fitur ini ditujukan untuk mengurangi risiko pencurian one-time password (OTP) yang disampaikan melalui panggilan telepon.
Dalam beberapa skenario penipuan, pelaku berupaya mengalihkan panggilan masuk ke nomor lain agar dapat menerima kode verifikasi yang seharusnya hanya diketahui pemilik akun.
Melalui pembatasan terbaru, aplikasi tidak diperbolehkan melakukan pengalihan panggilan tanpa sepengetahuan pengguna.
Google menjadwalkan peluncuran perlindungan tersebut mulai awal Desember 2026, dengan distribusi awal untuk perangkat Google Pixel dan sejumlah ponsel Android tertentu.
Kehadiran berbagai fitur keamanan ini menunjukkan upaya Google memperkuat perlindungan Android melalui kombinasi kecerdasan buatan, deteksi ancaman, dan pembatasan akses aplikasi.
Meski demikian, pengguna tetap perlu berhati-hati ketika menerima pesan dari nomor asing, mengakses tautan yang tidak dikenal, atau membagikan informasi sensitif. Teknologi keamanan dapat membantu mengurangi risiko penipuan, tetapi kewaspadaan pengguna tetap menjadi bagian penting dalam menjaga keamanan digital.









