— Google turut memeriahkan penyelenggaraan Pekan Antariksa Dunia atau World Space Week 2026 melalui sajian Google Doodle pada 6 Oktober 2026. Tampilan tersebut memadukan logo khas perusahaan dengan citra Nebula Rosebud yang dihiasi taburan bintang berkilauan.

Visual antariksa tersebut bersumber dari hasil pengamatan Teleskop Antariksa James Webb milik NASA. Melalui sentuhan animasi sederhana, bintang-bintang di dalam gambar tampak berkelip secara berkala di laman utama mesin pencari.

Kehadiran Doodle ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan World Space Week yang dijadwalkan berlangsung pada 4 hingga 10 Oktober 2026 dengan mengusung tema besar “Rocket Revolution” atau “Revolusi Roket”.

Apa Itu Google Doodle?

Google Doodle adalah perubahan sementara pada tampilan logo Google di halaman utama mesin pencarinya untuk memperingati peristiwa, hari besar, tokoh, maupun pencapaian tertentu.

Bentuknya beragam, mulai dari ilustrasi statis, animasi, hingga permainan interaktif. Melalui tampilan tersebut, Google mengajak pengguna mengenal cerita atau makna di balik tema yang diangkat.

Dalam perayaan World Space Week 2026, Google Doodle menampilkan citra Nebula Rosebud dengan efek bintang berkelip untuk menyoroti keindahan antariksa dan teknologi yang memungkinkan manusia mengabadikannya.

Menyoroti Kemajuan Teknologi Antariksa

Tema Revolusi Roket diangkat untuk menggarisbawahi berbagai lompatan pencapaian umat manusia dalam bidang penerbangan luar angkasa selama lebih dari sepuluh tahun terakhir.

Agenda tahunan ini dirancang untuk mempertemukan para pelaku industri, badan antariksa, institusi pendidikan, pelajar, serta masyarakat luas yang memiliki minat terhadap sains dan eksplorasi kosmik. Berbagai kegiatan bertema antariksa pun digelar di berbagai belahan dunia.

Di sisi lain, Google memanfaatkan momentum Doodle untuk menyoroti teknologi mutakhir yang memungkinkan terciptanya potret luar angkasa beresolusi tinggi.

Berdasarkan keterangan resmi edisi 6 Oktober, tampilan tersebut didedikasikan untuk merayakan kemajuan teknologi di balik fotografi astronomi yang berhasil menangkap keelokan alam semesta secara mendetail.

Nebula Rosebud Menjadi Sorotan

Objek utama yang ditampilkan dalam ilustrasi tersebut adalah Nebula Rosebud, sebuah nebula refleksi yang terletak pada jarak sekitar 3.300 tahun cahaya dari Bumi. Mengutip deskripsi Google, kawasan kosmik ini menjadi tempat pembentukan bagi lebih dari 130 bintang muda.

Formasi awan gas dan partikel debu di sana membentuk konfigurasi menyerupai kuncup bunga mawar yang belum mekar sepenuhnya. Karakteristik fisik inilah yang menjadi asal-usul penamaan Nebula Rosebud.

Pancaran warna merah muda pada objek tersebut dihasilkan oleh partikel debu yang dipanaskan oleh radiasi bintang-bintang di dalamnya. Citra itu kemudian dikombinasikan dengan logo Google serta efek kerlip bintang guna memperkuat nuansa angkasa luar pada halaman pencarian.

Makna Tanggal 4–10 Oktober

Perayaan World Space Week secara resmi ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1999. Pemilihan rentang tanggal 4 sampai 10 Oktober didasarkan pada dua peristiwa bersejarah dalam lini masa eksplorasi antariksa.

Tanggal 4 Oktober dipilih untuk mengenang peluncuran Sputnik 1 pada tahun 1957, yang tercatat sebagai satelit buatan pertama berhasil mengorbit Bumi.

Sementara itu, tanggal 10 Oktober menandai tanggal mulai berlakunya Perjanjian Antariksa atau Outer Space Treaty pada tahun 1967. Dokumen tersebut berfungsi sebagai landasan hukum bagi prinsip penggunaan dan eksplorasi ruang angkasa secara damai.

Melalui perhelatan ini, masyarakat diajak untuk lebih mengenal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi antariksa serta memahami kontribusinya bagi peradaban manusia.