Topik.id — Timnas voli putra Indonesia harus mengawali perjuangan di Asian Games 2026 dengan hasil kurang maksimal. Menghadapi Thailand pada pertandingan pertama Pool B, Indonesia kalah tipis 2-3 dalam duel lima set di Okazaki Central Park General Gymnasium, Jepang, Minggu (27/9/2026) sore WIB.
Pertandingan berlangsung ketat sejak awal dan kedua tim sempat bergantian menguasai permainan. Indonesia mampu bangkit setelah kehilangan set pertama dan memaksakan pertandingan hingga set kelima. Namun, Thailand akhirnya keluar sebagai pemenang setelah mengamankan set penentuan dengan skor 25-23.
Thailand Unggul pada Set Pembuka
Thailand langsung memberikan tekanan kepada Indonesia pada awal pertandingan. Skuad Merah Putih sempat tertinggal 3-6 sebelum jarak kembali melebar menjadi 7-11.
Indonesia tidak tinggal diam dan perlahan memangkas keunggulan lawan. Farhan Halim dan rekan-rekannya mampu mendekat hingga skor 11-12 sehingga peluang merebut set pertama kembali terbuka.
Akan tetapi, Thailand tetap mampu menjaga keunggulannya pada fase akhir. Indonesia belum berhasil membalikkan keadaan dan akhirnya menyerahkan set pembuka dengan skor 23-25.
Indonesia Bangkit dan Samakan Kedudukan
Memasuki set kedua, Thailand kembali mencoba mengambil kendali sejak awal. Indonesia harus bekerja keras untuk menjaga jarak agar tidak kembali tertinggal terlalu jauh.
Permainan kemudian berjalan berimbang. Kedua tim saling mengejar hingga kedudukan mencapai 16-16. Setelah itu, Indonesia menemukan momentum penting dengan mencetak enam poin secara beruntun.
Rangkaian poin tersebut membuat posisi Indonesia berubah drastis. Thailand kesulitan menghentikan laju Merah Putih hingga Indonesia berhasil menutup set kedua dengan kemenangan 25-20.
Hasil tersebut membuat kedudukan sementara menjadi 1-1 dan pertandingan kembali terbuka.
Thailand Balikkan Keadaan di Set Ketiga
Indonesia tampil lebih agresif pada set ketiga. Farhan Halim dan kawan-kawan bahkan mampu membangun keunggulan cukup nyaman dengan skor 16-10.
Namun, Thailand menunjukkan respons kuat ketika pertandingan memasuki fase krusial. Keunggulan Indonesia perlahan terpangkas dan tekanan berpindah ke kubu Merah Putih.
Thailand akhirnya mampu membalikkan kedudukan menjadi 23-22. Indonesia berusaha mengejar, tetapi lawan berhasil mempertahankan keunggulan hingga merebut set ketiga 25-23.
Indonesia kembali berada dalam posisi tertinggal 1-2 dan membutuhkan kemenangan pada set berikutnya untuk menjaga peluang.
Indonesia Paksa Laga Masuk Set Kelima
Situasi sulit kembali dihadapi Indonesia pada awal set keempat. Thailand langsung memimpin 3-0 sebelum Indonesia menemukan cara untuk merespons.
Perlahan, Merah Putih mengejar hingga kedudukan kembali imbang 7-7. Setelah momentum berpindah, Indonesia mampu mengambil kendali permainan dan mempertahankan keunggulan pada poin-poin penting.
Thailand terus berusaha mengejar, tetapi Indonesia berhasil menjaga konsentrasi hingga mengakhiri set keempat dengan kemenangan 25-23.
Kedudukan 2-2 membuat pertandingan harus ditentukan melalui set kelima.
Thailand Menang dalam Drama Set Penentuan
Thailand langsung mengambil inisiatif pada set kelima dan membuka keunggulan 4-0. Indonesia mencoba mengejar, tetapi Thailand masih mampu mempertahankan jarak hingga 7-3.
Indonesia kemudian bangkit dan mulai memperkecil selisih. Dalam perjalanan mengejar lawan, Indonesia sempat mengira telah mengamankan sebuah poin penting ketika skor berada di angka 17-15.
Namun, poin tersebut akhirnya dibatalkan setelah Thailand mengajukan video challenge. Keputusan tersebut membuat pertandingan kembali berlangsung ketat.
Kedua tim kemudian terlibat dalam deuce panjang. Indonesia terus berusaha mempertahankan peluang, tetapi Thailand akhirnya mampu mengunci set kelima dengan skor 25-23.
Kekalahan 2-3 membuat Indonesia belum mendapatkan kemenangan pada laga pembuka Pool B. Hasil ini membuat dua pertandingan berikutnya menjadi sangat penting, yakni menghadapi Kirgizstan pada Senin (28/9/2026) dan Iran pada Selasa (30/9/2026).
