TOPIK.ID — Borneo FC Samarinda mengawali kiprahnya di ASEAN Club Championship (Shopee Cup) 2026/2027 dengan membawa pulang satu poin dari markas Buriram United. Pertandingan matchday 1 Grup A yang berlangsung di Chang Arena, Thailand, Rabu (7/10/2026), berakhir tanpa gol dengan skor 0-0.
Hasil tersebut menjadi catatan positif bagi Pesut Etam karena mampu menahan juara bertahan di kandangnya sendiri. Buriram United bahkan harus menyelesaikan pertandingan dengan 10 pemain setelah salah satu pemainnya menerima kartu merah. Namun, keunggulan jumlah pemain belum mampu dimanfaatkan Borneo FC untuk mencetak gol kemenangan.
Buriram United Harus Bermain dengan 10 Pemain
Pertandingan berjalan ketat sejak awal dengan kedua kesebelasan berusaha menguasai permainan. Buriram United yang bertindak sebagai tuan rumah mencoba memberikan tekanan untuk mendapatkan keuntungan sejak menit-menit awal.
Borneo FC memilih bermain lebih terorganisasi untuk meredam serangan lawan. Lini pertahanan Pesut Etam mampu menjaga konsentrasi sehingga Buriram United kesulitan mendapatkan ruang di area berbahaya.
Situasi berubah ketika pemain Buriram United mendapat kartu merah. Keputusan tersebut membuat tuan rumah harus melanjutkan pertandingan dengan jumlah pemain yang lebih sedikit.
Borneo FC kemudian memiliki keuntungan dalam jumlah pemain. Kondisi itu membuka peluang bagi wakil Indonesia untuk memberikan tekanan lebih besar kepada pertahanan Buriram United.
Borneo FC Gagal Memaksimalkan Keunggulan Pemain
Bermain menghadapi 10 pemain seharusnya memberikan ruang lebih besar bagi Borneo FC untuk meningkatkan intensitas serangan. Namun, Buriram United tetap mampu mempertahankan organisasi permainan meski berada dalam situasi sulit.
Pesut Etam juga harus tetap berhati-hati karena Buriram United memiliki pemain berpengalaman dan mampu mengandalkan serangan balik. Borneo FC tidak ingin terlalu terbuka dan justru memberikan kesempatan kepada tuan rumah untuk mencetak gol.
Hingga pertandingan memasuki fase akhir, kedua tim tetap tidak mampu memecahkan kebuntuan. Skor 0-0 bertahan sampai peluit panjang dibunyikan.
Satu Poin Jadi Modal Penting Pesut Etam
Hasil imbang membuat Borneo FC membawa pulang satu angka dari pertandingan tandang yang tidak mudah. Tambahan poin tersebut sekaligus mengawali perjalanan Pesut Etam di Grup A tanpa kekalahan.
Bagi Buriram United, hasil ini menjadi kesempatan yang terlewat untuk mengamankan kemenangan di depan pendukung sendiri. Apalagi mereka harus bermain dengan 10 pemain setelah kartu merah yang diterima salah satu pemainnya.
Sementara itu, Borneo FC dapat mengambil sejumlah hal positif dari laga tersebut. Pertahanan yang mampu menjaga gawang tetap bersih di kandang juara bertahan menjadi modal penting untuk pertandingan berikutnya.
Borneo FC selanjutnya harus menjaga konsistensi dalam persaingan Grup A. Perolehan poin dari setiap pertandingan akan sangat menentukan posisi mereka untuk melanjutkan perjalanan di ASEAN Club Championship (Shopee Cup) 2026/2027.
Dengan satu poin dari Chang Arena, Pesut Etam setidaknya berhasil menghindari kekalahan pada laga pembuka dan membawa hasil tandang yang berharga dari markas Buriram United.
