— Huawei secara resmi menampilkan desain terbaru untuk ponsel lipat tiga mereka, Mate XT 2. Berbeda dengan model sebelumnya, Mate XT 2 mengusung desain lipatan berbentuk U, bukan lagi Z seperti pada Mate XT generasi pertama.

Desain lipatan U ini dilaporkan menyerupai ponsel lipat tiga Samsung, namun dengan perbedaan cara membuka panelnya. Jika Galaxy Z Tri-Fold membuka dari sisi kiri, Mate XT 2 akan membuka ke arah kanan.

Image
Samsung Galaxy Z TriFold. (Foto: Abhijeet Mishra / SamMobile)

Perlindungan Layar Lipat

Keunggulan utama dari desain U-shaped ini adalah perlindungan yang lebih baik bagi layar lipat bagian dalam. Ketika dilipat sepenuhnya, layar fleksibel tersebut akan tersimpan di dalam bodi, mengurangi risiko keretakan akibat benturan yang tidak disengaja. Mengingat biaya penggantian layar Mate XT generasi pertama mencapai 4.999 yuan, fitur ini diharapkan menjadi nilai tambah signifikan bagi calon pembeli yang menginginkan layar lebih luas dari ponsel lipat tiga.

Layar bagian luar Mate XT 2 juga patut diperhatikan. Kamera depan ditempatkan dalam punch-hole berbentuk pil, serupa dengan ponsel Huawei lainnya. Hal ini mengindikasikan kemungkinan adanya fitur pengenalan wajah 3D, mirip dengan rumor yang beredar untuk Huawei Pura 90 Ultra.

Modul kamera di bagian belakang mempertahankan bentuk oktagonal yang mirip dengan model tahun lalu.

Bocoran Performa Huawei Mate XT 2

Untuk sektor performa, Huawei diperkirakan akan menggunakan chip Kirin 9030S. Prosesor ini sebelumnya telah digunakan pada ponsel Pura X View, Pura 90 Pro, dan Pura 90 Pro Max, dan kini menjadi andalan di sebagian besar lini flagship Huawei.

Secara spesifikasi, Kirin 9030S memiliki satu inti super berkecepatan 2.69GHz, tiga inti besar 2.15GHz, dan empat inti medium 1.62GHz. Chip ini dipadukan dengan GPU Maleoon 935F yang berjalan pada frekuensi 933MHz dengan tiga unit komputasi.

Mate XT 2 juga akan menjadi ponsel pertama yang menjalankan HarmonyOS 7. Pembaruan ini mencakup integrasi model bahasa besar dalam sistem, yang dilatih menggunakan lebih dari 2 miliar data pembelajaran skenario. Huawei mengklaim peningkatan performa hingga 15% dengan pertumbuhan beban tahunan di bawah 10%.