Sebanyak 10 emiten mencatatkan penurunan harga paling signifikan yang membuat para investor mengalami kerugian besar selama sepekan perdagangan di Bursa Efek Indonesia.
Kinerja saham-saham tersebut merosot dalam rentang 36% hingga 51% sepanjang periode 12 sampai 16 Oktober 2026 dan mendominasi jajaran top losers, termasuk di antaranya FOLK, KDTN, hingga DSSA.
Catatan Bursa Efek Indonesia menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan melemah 14,91% dalam sepekan dan berakhir pada level 5.185,1. Posisi penutupan ini jauh menurun dibandingkan pekan sebelumnya yang berada di angka 6.093,7.
Dampak dari pelemahan tersebut membuat kapitalisasi pasar di bursa terkikis hingga Rp 1.544 triliun dalam kurun waktu lima hari perdagangan. Nilai kapitalisasi pasar menyusut 14,43% menjadi Rp 9.157 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp 10.701 triliun.
Aktivitas perdagangan domestik juga menunjukkan pelemahan pada volume transaksi harian yang turun 5,22% menjadi 44,102 miliar saham dari 46,533 miliar saham. Sementara itu, rata-rata nilai transaksi harian sedikit terkoreksi 0,07% ke level Rp 16,21 triliun.
Kendati demikian, rata-rata frekuensi transaksi harian justru mencatatkan kenaikan sebesar 2,46% menjadi 1,72 juta kali transaksi dibandingkan pekan sebelumnya yang sebanyak 1,67 juta kali.
Di tengah pelemahan berbagai indikator pasar, pemodal asing terus mencatatkan aksi pelepasan saham. Pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, investor asing membukukan nilai jual bersih sebesar Rp 3,34 triliun. Secara keseluruhan sepanjang tahun 2026, akumulasi aksi jual bersih asing di pasar saham domestik telah mencapai Rp 88,19 triliun.
Daftar Saham Top Losers Sepekan
Tekanan jual yang masif menempatkan 10 emiten ke dalam daftar top losers setelah mengalami kejatuhan harga paling tajam sepanjang pekan ini.
| Nama Perusahaan (Kode Saham) | Harga Awal | Harga Akhir | Persentase Penurunan |
|---|---|---|---|
| PT Multi Garam Utama Tbk (FOLK) | Rp 159 | Rp 77 | 51,5% |
| PT Puri Sentul Permai Tbk (KDTN) | Rp 472 | Rp 268 | 43,2% |
| PT Atlantis Subsea Indonesia Tbk (ATLA) | – | Rp 19 | 42,4% |
| PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) | – | Rp 374 | 42% |
| PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) | – | Rp 179 | 41,1% |
| PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) | – | Rp 23 | 41% |
| PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN) | – | Rp 124 | 39,2% |
| PT Semacom Integrated Tbk (SEMA) | – | Rp 282 | 37,6% |
| PT Jaya Trishindo Tbk (HELI) | – | Rp 196 | 37,1% |
| PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) | – | Rp 715 | 36,7% |









