Rencana penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) untuk mereklasifikasi pasar modal Indonesia menjadi Standalone Markets pada Jumat (16/10) memicu sentimen negatif di pasar keuangan.
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 11,57% dalam satu hari, yang tercatat sebagai penurunan terdalam sejak krisis 1998. Secara tahun berjalan, indeks acuan domestik ini telah terkoreksi 40,04% dan kembali ke posisi 5.185,11 pada Jumat (16/10).
Kondisi tersebut menempatkan IHSG di jajaran indeks dengan kinerja terlemah di tingkat global, bahkan tertinggal dari berbagai bursa di negara-negara yang saat ini tergabung dalam kategori Standalone Markets.
Kinerja Indeks Standalone Markets
Berdasarkan informasi dari situs resmi MSCI, terdapat 12 negara yang masuk dalam klasifikasi Standalone Markets. Wilayah Amerika mencakup Argentina, Jamaika, Panama, serta Trinidad & Tobago.
Kawasan EMEA (Eropa, Timur Tengah, dan Afrika) menghadirkan Bosnia & Herzegovina, Bulgaria, Lebanon, Malta, Nigeria, Palestina, Ukraina, hingga Zimbabwe. Apabila realisasi berlanjut, Indonesia bakal berstatus sebagai satu-satunya wakil kawasan Asia Pasifik di kelompok tersebut.
Mayoritas atau tujuh dari 12 negara dalam daftar itu mencatatkan performa positif sejak awal tahun, sementara lima lainnya mengalami pelemahan.
Data yang dihimpun menunjukkan lonjakan signifikan pada sejumlah bursa, seperti NGX All Share Index di Nigeria yang melesat 59,16% sejak awal 2026. Perolehan serupa dialami ZSE All Share Index di Zimbabwe yang meroket 72,08%, serta SOFIX di Bulgaria yang menguat 30,14% dalam periode yang sama.
Di sisi lain, koreksi terdalam dalam kelompok Standalone Markets tercatat pada indeks BLOM di Lebanon dengan penurunan sebesar 14,45% sejak awal tahun.
| Negara | Indeks | Kinerja YTD |
|---|---|---|
| Indonesia | IHSG | -40,04% |
| Argentina | S&P Merval | -6,46% |
| Jamaika | JSE | +20,26% |
| Panama | BVPSI | +25,46% |
| Bulgaria | SOFIX | +31,60% |
| Lebanon | BLOM | -14,45% |
| Malta | MSE | +14,67% |
| Nigeria | NGX All Shares | +59,16% |
| Palestina | PASISI | +12,40% |
| Ukraina | PFTS | -7,02% |
| Zimbabwe | ZSE All Share | +72,08% |
*Data diambil dari Bloomberg, TradingView dan TradingEconomics per pukul 00.30 WIB, Sabtu (17/10). Data Trinidad & Tobago, serta Bosnia & Herzegovina tidak tersedia.
Perbandingan Kapitalisasi Pasar
Kendati mengalami kejatuhan performa, skala pasar modal Indonesia terpantau jauh lebih besar. Merujuk data Sustainable Stock Exchange Initiatives (SSEI) pada kuartal III 2026, kapitalisasi pasar IHSG mencapai US$604,6 miliar.
Angka tersebut melampaui kapitalisasi bursa saham Nigeria di level US$86,16 miliar, bursa Zimbabwe sebesar US$28,59 miliar, serta bursa Bulgaria yang tercatat senilai US$16,89 miliar.
MSCI menetapkan kategori Standalone Markets bagi pasar baru yang terpantau radar mereka, maupun bursa saham yang menghadapi penurunan signifikan dari sisi aksesibilitas, ukuran, hingga likuiditas.
Berdasarkan keterangan resmi lembaga tersebut, usulan penurunan peringkat atau downgrade bagi pasar Indonesia didasari evaluasi atas aspek transparansi serta tata kelola pasar saham nasional yang dinilai belum memperlihatkan kemajuan berarti sejak Februari 2026.









