Tekanan besar menghantam pasar saham Indonesia pada perdagangan Jumat (16/10/2026). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kehilangan 678,6 poin atau merosot 11,57 persen hingga ditutup pada level 5.185,1, seiring aksi jual yang meluas di sejumlah saham unggulan.
Investor asing turut mengambil posisi jual dengan melepas saham-saham berkapitalisasi besar. Berdasarkan data Stockbit, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham dengan nilai jual bersih asing terbesar, mencapai Rp2,3 triliun. Saham perbankan lain, seperti BBRI dan BMRI, juga masuk dalam daftar yang paling banyak dilepas investor luar negeri.
BBCA, BBRI, dan BMRI Memimpin Aksi Jual Asing
Saham BBCA mencatatkan net sell asing sebesar Rp2,3 triliun pada perdagangan Jumat. Posisi berikutnya ditempati PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan jual bersih Rp1,15 triliun.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyusul dengan nilai net sell mencapai Rp868 miliar. Besarnya pelepasan pada ketiga saham perbankan tersebut menjadi bagian dari tekanan yang terjadi di pasar saham domestik.
Selain saham perbankan, investor asing juga melepas saham perusahaan dari sektor pertambangan, telekomunikasi, industri, dan otomotif.
Berikut 10 saham dengan net sell asing terbesar pada Jumat (16/10/2026), berdasarkan data Stockbit:
| No. | Kode Saham | Net Sell Asing |
|---|---|---|
| 1 | BBCA | Rp 2,3 triliun |
| 2 | BBRI | Rp 1,15 triliun |
| 3 | BMRI | Rp 868 miliar |
| 4 | ANTM | Rp 137,7 miliar |
| 5 | TLKM | Rp 90,2 miliar |
| 6 | ADMR | Rp 58,7 miliar |
| 7 | BBTN | Rp 23,2 miliar |
| 8 | BTPS | Rp 22,2 miliar |
| 9 | TPIA | Rp 16,8 miliar |
| 10 | ASII | Rp 16,6 miliar |
Net Sell Asing Tembus Rp3,35 Triliun
Secara keseluruhan, investor asing mencatatkan jual bersih sebesar Rp3,35 triliun di seluruh pasar pada Jumat. Jika dilihat berdasarkan jenis pasar, net sell di pasar reguler mencapai Rp3,4 triliun.
Sebaliknya, transaksi di pasar negosiasi dan tunai mencatatkan net buy sebesar Rp51,83 miliar. Angka tersebut belum mampu mengimbangi besarnya tekanan jual yang terjadi di pasar reguler.
Arus keluar dana asing berlangsung bersamaan dengan pelemahan tajam IHSG. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan perdagangan tidak hanya tercermin dari penurunan indeks, tetapi juga dari besarnya transaksi jual pada saham-saham tertentu.
Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah
Data perdagangan menunjukkan dominasi saham yang mengalami penurunan. Sebanyak 812 saham ditutup melemah, sedangkan hanya 11 saham yang berhasil menguat. Sebanyak 140 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Total nilai transaksi di Bursa Efek Indonesia pada hari tersebut mencapai Rp31,75 triliun. Dengan mayoritas saham berada di zona merah, perdagangan Jumat menjadi salah satu sesi dengan tekanan besar bagi pasar saham domestik.
Pergerakan IHSG dan transaksi asing selanjutnya menjadi perhatian pelaku pasar untuk melihat perkembangan sentimen serta arah perdagangan pada sesi berikutnya.









