Saham

IHSG Anjlok 4,31 Persen ke 4.961, 19 Saham Sentuh ARB, SMGR hingga TAPG Masuk Daftar Top Losers

IHSG merosot 4,31 persen ke level 4.961,87 pada Senin 19 Oktober 2026. Sebanyak 19 saham menyentuh ARB, termasuk SMGR dan TAPG.

IHSG Anjlok 4,31 Persen ke 4.961, 19 Saham Sentuh ARB, SMGR hingga TAPG Masuk Daftar Top Losers
Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Senin (19/10/2026) dengan tekanan kuat. Indeks langsung merosot 223,23 poin atau 4,31 persen ke level 4.961,87 pada sesi pertama, dengan pergerakan berada di kisaran 4.946 hingga 4.974.

Tekanan jual juga terlihat pada mayoritas saham yang diperdagangkan. Data RTI menunjukkan 19 saham menyentuh batas auto rejection bawah (ARB), sementara ratusan saham lainnya bergerak melemah. Kondisi ini berlangsung ketika sejumlah bursa utama Asia juga dibuka di zona merah.

Mayoritas Saham Melemah pada Pembukaan

Pada menit-menit awal perdagangan, sebanyak 2,12 miliar saham telah berpindah tangan dengan nilai transaksi mencapai Rp 2,7 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 125.266 kali transaksi.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, 62 saham mengalami kenaikan, 638 saham terkoreksi, dan 69 saham tidak mengalami perubahan harga.

Penurunan IHSG sejalan dengan pelemahan sejumlah pasar saham regional. Nikkei 225 Jepang tercatat turun 1,83 persen, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan melemah 1,03 persen.

Situasi tersebut menambah tekanan pada perdagangan saham domestik. Pelaku pasar mencermati pergerakan indeks dan saham individual di tengah dominasi saham yang mengalami koreksi pada awal sesi.

SMGR hingga TAPG Masuk Daftar Saham Tertekan

Sebanyak 19 saham dilaporkan menyentuh batas ARB pada awal perdagangan. Sejumlah saham mencatatkan penurunan lebih dari 6 persen, termasuk emiten dari sektor semen, energi, perbankan, telekomunikasi, barang konsumsi, dan perkebunan.

PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) turun 6,99 persen ke Rp 1.265 per saham. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) melemah 6,98 persen menjadi Rp 1.200.

PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) juga tercatat turun 6,93 persen ke Rp 376. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terkoreksi 6,86 persen menjadi Rp 4.820 dan PT Indosat Tbk (ISAT) turun 6,84 persen ke level yang sama.

Tekanan juga terjadi pada PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), yang melemah 6,83 persen menjadi Rp 1.295. PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) turun 6,75 persen ke Rp 5.875, sedangkan PT Bumi Resources Tbk terkoreksi 6,72 persen menjadi Rp 125.

Adapun PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) melemah 6,23 persen ke Rp 1.655 per saham.

Reliance Sekuritas Perkirakan IHSG Masih Melemah

Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG bergerak melemah dengan level support 5.112 dan resistance 5.256. Namun, angka tersebut merupakan proyeksi dalam riset yang disampaikan sebelum atau pada awal perdagangan, sehingga perlu dicermati bersama pergerakan indeks aktual.

Secara teknikal, Reliance Sekuritas menilai pola candlestick menunjukkan kecenderungan bearish dengan posisi indeks di bawah MA5. Indikator stochastic juga memperlihatkan death cross di area deep oversold.

“Dengan demikian, IHSG hari ini akan mengalami pelemahan,” tulis Reliance Sekuritas dalam risetnya.

Untuk saham pilihan, sekuritas tersebut merekomendasikan BBCA, ASII, UNTR, dan ICBP. Investor tetap perlu mempertimbangkan risiko serta perkembangan harga terkini sebelum mengambil keputusan transaksi.