Topik.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan Selasa (13/10/2026) di zona merah. Indeks turun 21,16 poin atau 0,36 persen ke level 5.914,98 pada sesi pertama, di tengah tekanan jual yang membuat lebih banyak saham mengalami koreksi dibandingkan saham yang menguat.
Di tengah pelemahan pasar, sejumlah saham justru mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk jajaran top gainers. Saham PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) menjadi salah satu yang mencuri perhatian setelah harganya melonjak 18,35 persen. Empat saham lainnya juga mencatat kenaikan dua digit pada awal perdagangan.
Pergerakan Saham Didominasi Koreksi
Data RTI menunjukkan aktivitas transaksi pada menit-menit awal perdagangan mencapai 1,53 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp364,16 triliun, sedangkan frekuensi perdagangan mencapai 62.631 kali transaksi.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 132 saham bergerak naik. Sementara itu, 316 saham mengalami penurunan dan 218 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Data tersebut memperlihatkan tekanan jual masih membayangi pasar saham pada awal sesi. Jumlah saham yang terkoreksi tercatat lebih banyak dibandingkan saham yang menguat, sejalan dengan pergerakan IHSG yang berada di zona negatif.
Meski demikian, penguatan pada sejumlah saham individual menunjukkan bahwa pergerakan harga tidak berlangsung seragam di seluruh pasar. Beberapa emiten justru mencatat lonjakan harga ketika indeks utama mengalami pelemahan.
BIKE Pimpin Daftar Top Gainers
Lima saham mencatat kenaikan harga tertinggi pada awal perdagangan sesi pertama. BIKE menempati posisi teratas setelah naik 18,35 persen menjadi Rp3.160 per saham.
Di urutan berikutnya, saham PT Mega Perintis Tbk (ZONE) menguat 17,28 persen ke level Rp950. Kemudian, PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) mencatat kenaikan 15,56 persen menjadi Rp1.485 per saham.
Sementara itu, saham PT Magna Investama Mandiri Tbk (MGNA) meningkat 13,07 persen ke harga Rp199. Daftar lima besar ditutup oleh PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), yang naik 9,64 persen menjadi Rp91 per saham.
Kenaikan kelima saham tersebut berada pada rentang 9 hingga 18 persen, meskipun IHSG secara keseluruhan bergerak melemah.
Reliance Sekuritas Perkirakan IHSG Masih Tertekan
Reliance Sekuritas memperkirakan IHSG berpotensi melanjutkan pelemahan dengan area support di level 5.866 dan resistance pada 5.996.
Secara teknikal, perusahaan sekuritas tersebut menyoroti pola candle black spinning top yang dinilai sebagai pola bearish. IHSG juga disebut bergerak di bawah MA5, sementara indikator stochastic menunjukkan death cross.
Berdasarkan analisis tersebut, Reliance Sekuritas memperkirakan indeks masih menghadapi tekanan pada perdagangan hari ini. Untuk saham pilihan, perusahaan sekuritas itu merekomendasikan MEDC, HMSP, ENRG, dan WIIM untuk dicermati investor.


