Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memulai perdagangan pada Kamis, 3 September 2026, dengan catatan positif. Indeks utama bursa saham Indonesia ini dibuka menguat 0,56%, melanjutkan tren setelah sehari sebelumnya ditutup dengan pelemahan tipis.

Berdasarkan data yang tercatat pada pukul 09.02 WIB, IHSG terpantau naik 37,05 poin ke level 6.632,83. Angka ini merupakan pergerakan dari penutupan sesi sebelumnya yang berada di 6.595,78.

Dalam aktivitas perdagangan awal, IHSG sempat menyentuh titik tertingginya di 6.638,60 dan terendah di 6.614,71. Pergerakan ini diiringi oleh optimisme investor, terbukti dengan 315 saham yang menguat, berbanding 135 saham yang melemah, sementara 513 saham lainnya tercatat stagnan.

Nilai transaksi yang berhasil dibukukan mencapai sekitar Rp623,1 miliar. Volume perdagangan tercatat sebanyak 1,47 miliar saham yang ditransaksikan melalui 98.780 kali frekuensi.

Peluang Penguatan di Tengah Sentimen Campuran

Analis memperkirakan IHSG memiliki peluang untuk bangkit pada perdagangan hari ini. Penguatan ini akan dicermati di tengah berbagai sentimen global dan domestik yang mempengaruhi pasar.

Secara global, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi. Hal ini berpotensi mendorong kenaikan harga minyak dan inflasi. Selain itu, pelaku pasar juga mencermati tingginya imbal hasil (yield) obligasi global. Yield Treasury AS tenor 10 tahun bahkan sempat menyentuh 4,818%.

Tekanan juga terlihat pada pasar obligasi global lainnya. Imbal hasil surat utang Jepang tenor 10 tahun dilaporkan menembus 3% untuk pertama kalinya dalam 30 tahun terakhir. Sementara itu, yield obligasi Jerman dan Inggris masing-masing mencapai level tertinggi sejak 2011 dan 2008.

Arah kebijakan Federal Reserve (The Fed) juga menjadi perhatian utama, terutama setelah data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan penambahan 38.000 pekerjaan di sektor swasta pada bulan Agustus. Angka ini berada di bawah ekspektasi pasar yang memprediksi penambahan 47.000 pekerjaan.

Sentimen Domestik Memberi Dorongan

Dari sisi domestik, terdapat sentimen positif yang berpotensi memberikan dorongan bagi IHSG. Gubernur Bank Indonesia (BI), Destry Damayanti, menegaskan bahwa stabilitas ekonomi tetap menjadi prioritas BI untuk periode 2026-2031, meskipun di tengah ketidakpastian global yang masih tinggi.

Selain itu, pelaku pasar domestik juga akan mencermati perkembangan kebijakan pemerintah. Beberapa isu penting yang menjadi perhatian antara lain sektor energi dan perbankan. Kenaikan harga avtur oleh Pertamina yang berlaku mulai September, serta pencabutan izin usaha satu BPR Syariah oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK), menjadi sejumlah perkembangan domestik yang turut diperhatikan oleh para pelaku pasar.