Saham

IHSG Diprediksi Lanjut Melemah pada 19 Oktober 2026, Simak Level Support dan 6 Saham Pilihan

IHSG diprediksi melemah pada 19 Oktober 2026 akibat tekanan Wall Street dan isu MSCI. Simak level support, resistance, serta 6 saham pilihan.

IHSG Diprediksi Lanjut Melemah pada 19 Oktober 2026, Simak Level Support dan 6 Saham Pilihan
Foto: Dok. Bursa Efek Indonesia (BEI)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi sejumlah tantangan pada awal pekan ini. Tekanan di pasar global dan ketidakpastian mengenai klasifikasi pasar Indonesia dinilai berpotensi memengaruhi pergerakan investor di Bursa Efek Indonesia (BEI).

CGS International Sekuritas Indonesia memperkirakan indeks masih akan bergerak dalam tren pelemahan. Dalam ulasannya pada Senin (19/10/2026), sekuritas tersebut menetapkan area support IHSG pada level 5.060–4.935, sedangkan resistance berada di rentang 5.310–5.435.

Wall Street Melemah, Saham Teknologi Tertekan

Pergerakan bursa saham Amerika Serikat menjadi salah satu faktor yang membayangi IHSG. Pada penutupan perdagangan pekan lalu, indeks-indeks utama Wall Street mengalami pelemahan cukup signifikan seiring berlanjutnya aksi jual pada saham teknologi, terutama perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Tekanan tersebut juga terlihat pada saham produsen cip. Investor masih mencermati potensi persaingan dari produsen cip asal China yang dapat memengaruhi prospek bisnis perusahaan teknologi global.

Sejumlah saham mengalami koreksi tajam. Micron Technology turun 5,63 persen, Advanced Micro Devices melemah 5,95 persen, sedangkan Sandisk terkoreksi 6,85 persen.

Pelemahan saham teknologi tersebut mencerminkan kehati-hatian investor terhadap prospek sektor yang sebelumnya mendapat perhatian besar berkat perkembangan AI. Kondisi di pasar Amerika Serikat berpotensi memengaruhi sentimen perdagangan saham di kawasan lain, termasuk Indonesia.

Harga Minyak Naik di Tengah Ketegangan Geopolitik

Selain tekanan pada sektor teknologi, kenaikan harga minyak mentah turut menjadi perhatian pelaku pasar. Memanasnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mendorong kekhawatiran terhadap pasokan energi global.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) tercatat naik 3,51 persen menjadi US$ 101,41 per barel. Sementara itu, minyak mentah Brent menguat 3,72 persen ke level US$ 109,86 per barel.

Kenaikan harga energi berpotensi meningkatkan tekanan inflasi. Jika berlangsung berkelanjutan, kondisi tersebut dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter dan keputusan investasi di pasar keuangan.

Isu MSCI Menambah Tekanan terhadap IHSG

Sentimen lain berasal dari kemungkinan MSCI mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market. Wacana tersebut menambah ketidakpastian bagi investor karena perubahan klasifikasi dapat memengaruhi pertimbangan investasi berbasis indeks global.

Di tengah situasi tersebut, CGS International Sekuritas Indonesia merekomendasikan enam saham untuk strategi trading pada Senin, yakni HMSP, PTBA, MEDC, ENRG, MAPI, dan ERAA.

Investor tetap perlu mencermati perkembangan sentimen global, isu klasifikasi MSCI, serta pergerakan IHSG terhadap area support dan resistance yang dipantau. Rekomendasi trading bukan jaminan keuntungan sehingga keputusan transaksi perlu disesuaikan dengan profil risiko masing-masing.