Saham

IHSG Ditutup Anjlok Hari Ini 19 Oktober ke Level 4.996, Sejumlah Saham Ini Justru Meroket ARA

Indeks harga saham gabungan atau IHSG ambles ke level 4.996 pada perdagangan hari ini. Di tengah pelemahan, sejumlah saham justru mentok ARA.

IHSG Ditutup Anjlok Hari Ini 19 Oktober ke Level 4.996, Sejumlah Saham Ini Justru Meroket ARA
Ilustrasi IHSG Memerah (Sumber: ANTARA)

Indeks harga saham gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat dan ambles sebesar 188,5 poin atau 3,64% ke level 4.996,6 pada penutupan perdagangan Senin, 19 Oktober 2026.

Kendati pasar berada di zona merah, sejumlah saham yang masuk dalam indeks LQ45 terpantau menguat. Pencatatan tertinggi dicetak oleh saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) yang melesat 4,93% ke posisi harga Rp 3.620.

Di samping itu, terdapat empat saham yang bergerak mentok Auto Rejection Atas (ARA). Saham PNSE melonjak 25% menjadi Rp 480, saham TIFA melejit 25% ke level Rp 360, saham TRUK menguat 24,84% menjadi Rp 4.020, dan saham BSIM melesat 24,83% ke harga Rp 930.

Sektor Saham Rontok Tanpa Kecuali

Secara keseluruhan, seluruh sektor saham kompak parkir di zona pelemahan pada perdagangan hari ini. Sektor barang baku mencatatkan koreksi paling dalam hingga 4,57%.

Pelemahan tersebut disusul oleh sektor infrastruktur yang susut 4,45%, sektor barang konsumen non-primer turun 4,09%, dan sektor barang konsumen primer melemah 3,88%. Sektor kesehatan juga terkoreksi 3,64%, sektor perindustrian turun 2,97%, sektor energi melemah 2,95%, sektor transportasi susut 2,91%, sektor properti turun 2,75%, sektor teknologi terkikis 2,46%, serta sektor keuangan melemah 2,18%.

Berdasarkan catatan perdagangan, sebanyak 103 saham terpantau menguat, 691 saham mengalami koreksi, dan 169 saham stagnan. Adapun total nilai transaksi di bursa secara keseluruhan mencapai Rp 25,05 triliun.

Faktor Pemicu Tekkan Pasar

Pilarmas Investindo Sekuritas mengungkapkan bahwa tekanan terhadap pasar saham domestik tidak terlepas dari rencana MSCI dalam mengubah klasifikasi pasar saham Indonesia.

Tekanan di lantai bursa juga terjadi setelah Bursa Efek Indonesia (BEI) memberlakukan penurunan batas auto rejection menjadi 7% dari sebelumnya 15%. Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin ini hingga penghujung tahun untuk membantu investor dalam mengambil keputusan transaksi.

Selain itu, pada Jumat (16/10/2026), regulator turut menjatuhkan sanksi denda administratif dengan nilai akumulasi mencapai Rp 2,1 triliun kepada sejumlah pihak yang terafiliasi dengan praktik perdagangan terkoordinasi dan penawaran umum perdana saham (IPO) dari tiga perusahaan.

Sentimen global turut memberikan sentimen negatif setelah harga minyak dunia menembus level US$ 105 per barel. Sementara itu, harga emas bergerak naik menembus posisi US$ 4.170 per ons troi pada perdagangan Senin. Di sisi lain, The Fed tengah memasuki periode blackout menjelang rapat kebijakan moneter yang dijadwalkan berlangsung pada 27–28 Oktober, di mana pasar memperkirakan probabilitas sekitar 84% bahwa suku bunga acuan akan dipertahankan.

Daftar Saham Top Gainers dan Top Losers

Dalam sesi perdagangan yang sama, terdapat sejumlah saham yang sukses mendulang keuntungan besar dengan kenaikan harga berkisar 24% hingga 28% hanya dalam kurun waktu satu hari.

Berikut adalah daftar saham dengan lonjakan tertinggi:

Nama SahamPersentase KenaikanHarga Penutupan
PT Tempo Inti Media Tbk (TMPO)28,03%Rp 169
PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE)25,00%Rp 480
PT KDB Tifa Finance Tbk (TIFA)25,00%Rp 360
PT Guna Timur Raya Tbk (TRUK)24,84%Rp 4.020
PT Bank Sinarmas Tbk (BSIM)24,83%Rp 930

Sementara itu, tekanan jual yang kuat turut menyeret sejumlah saham ke zona merah. Jajaran saham yang mengalami kejatuhan terdalam meliputi PT Bumi Teknokultura Unggul Tbk (BTEK) yang longsor 25% ke level Rp 9, PT Express Trasindo Utama Tbk (TAXI) jatuh 25% menjadi Rp 9, dan PT Minahasa Membangun Hebat Tbk (HBAT) ambles 10% ke posisi Rp 324.

Koreksi serupa juga dialami oleh PT Idea Indonesia Akademi Tbk (IDEA) yang terjungkal 10% menjadi Rp 198 serta PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) yang terkikis 10% ke harga Rp 324.