— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi signifikan sebesar 157,6 poin atau 2,59 persen ke level 5.936,1 pada penutupan perdagangan hari Senin, 12 Oktober 2026.

Di tengah pelemahan pasar secara menyeluruh, sejumlah saham yang masuk dalam indeks LQ45 terpantau masih mencatatkan penguatan. Kenaikan tertinggi dicatatkan oleh saham PT Indah Kiat Pulp & Paper Tbk (INKP) yang bertambah 4,83 persen menjadi Rp 8.675.

Selain itu, terdapat tiga emiten yang mencetak lonjakan maksimal hingga menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). Saham PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) melesat 24,77 persen ke level Rp 2.670, PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO) melejit 24,76 persen menjadi Rp 1.285, dan PT Mega Perintis Tbk (ZONE) melonjak 24,62 persen ke posisi Rp 810.

Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan mencatat 118 saham menguat, 632 saham melemah, serta 213 saham berada di posisi stagnan dengan total nilai transaksi bursa mencapai Rp 13,4 triliun.

Sektor Energi Pimpin Koreksi Pasar

Seluruh sektor saham di Bursa Efek Indonesia ditutup di zona merah. Tekanan terdalam dialami oleh sektor energi yang merosot hingga 5,8 persen.

Koreksi lanjutan juga terjadi pada sektor perindustrian yang turun 5,2 persen, sektor infrastruktur susut 4,72 persen, sektor transportasi melemah 3,4 persen, dan sektor barang baku terkoreksi 2,96 persen. Sektor teknologi turut tertekan 2,8 persen, barang konsumen non-primer turun 2,23 persen, properti melemah 1,34 persen, keuangan turun 0,98 persen, barang konsumen primer berkurang 0,93 persen, serta sektor kesehatan terkikis 0,77 persen.

Sentimen Global Jadi Tekanan Utama

Pilarmas Investindo Sekuritas mengungkapkan bahwa pasar dibayangi oleh berbagai sentimen negatif secara bersamaan, mulai dari eskalasi konflik di Timur Tengah, fluktuasi harga minyak, hingga penantian data inflasi Amerika Serikat dan indikator ekonomi China.

Ketegangan regional mencuat setelah kelompok Houthi yang mendapat dukungan dari Iran melancarkan serangan ke bandara utama Arab Saudi. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan pihaknya sedang mempertimbangkan keterlibatan militer untuk merespons tindakan tersebut di Yaman.

Di sisi lain, harga minyak dunia justru mengalami penurunan setelah pemerintah AS mencapai kesepakatan pasokan ratusan ribu ton bahan bakar diesel dengan Rusia. Trump juga mengeklaim tercapainya sinyal positif terkait potensi gencatan senjata energi antara Rusia dan Ukraina.

Bagi pasar domestik, pergerakan harga minyak yang berkelanjutan berisiko memicu tekanan inflasi di Indonesia. Pelaku pasar saat ini juga mengamati rilis data inflasi Amerika Serikat guna membaca arah kebijakan suku bunga lanjutan dari The Fed, di samping memantau kondisi ekonomi China yang tengah menghadapi tantangan kelemahan permintaan domestik.

Daftar Saham Top Gainers dan Top Losers

Di tengah tekanan indeks, sejumlah saham masih mencatatkan lonjakan harga harian tertinggi antara 17 persen hingga 24 persen.

Nama SahamPerubahan (%)Harga Penutupan
PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE)+24,77%Rp 2.670
PT Tifico Fiber Indonesia Tbk (TFCO)+24,76%Rp 1.285
PT Mega Perintis Tbk (ZONE)+24,62%Rp 810
PT Ifishdeco Tbk (IFSH)+19,31%Rp 2.410
PT Sinar Terang Mandiri Tbk (MINE)+17,65%Rp 320

Sebaliknya, beberapa emiten mengalami tekanan jual yang cukup dalam dan masuk dalam jajaran pelemahan terbesar. Saham PT Communication Cable Systems Indonesia Tbk (CCSI) melemah 15 persen ke level Rp 340, PT Mitrabahtera Segara Sejati Tbk (MBSS) turun 15 persen menjadi Rp 3.910, dan PT Map Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) terkoreksi 14,98 persen ke posisi Rp 1.135.

Tekanan serupa dialami oleh PT Petrosea Tbk (PTRO) yang merosot 14,95 persen menjadi Rp 4.040 serta PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) yang melemah 14,9 persen ke harga Rp 655.