TOPIK.ID — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir di zona merah pada perdagangan Rabu, 7 Oktober 2026. IHSG ditutup melemah sekitar 0,75 persen ke level 6.146 setelah sebelumnya sempat bergerak menguat pada awal perdagangan.
Pelemahan tersebut memutus tren positif IHSG sehari sebelumnya. Pada perdagangan Selasa, 6 Oktober 2026, indeks ditutup menguat 1,21 persen ke level 6.192,93 atau naik 74,07 poin.
Pergerakan IHSG sepanjang perdagangan Rabu berlangsung cukup fluktuatif. Indeks sempat menyentuh level tertinggi harian di kisaran 6.214, sementara level terendahnya berada di sekitar 6.140.
IHSG Sempat Dibuka Menguat
Pada awal perdagangan, IHSG sebenarnya masih melanjutkan tren penguatan yang terjadi pada hari sebelumnya.
Sekitar pukul 09.02 WIB, IHSG tercatat menguat 0,21 persen ke level 6.206,22. Pada awal sesi, sebanyak 293 saham menguat, 186 saham melemah, dan 220 saham stagnan.
Volume perdagangan ketika itu mencapai sekitar 5,38 miliar saham dengan nilai transaksi Rp776,33 miliar.
Namun, penguatan tersebut tidak mampu bertahan. Tekanan jual mulai meningkat sehingga IHSG berbalik masuk ke zona merah menjelang penutupan sesi pertama.
Sesi I Turun ke 6.158
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG terkoreksi 0,55 persen ke posisi 6.158,78.
Mayoritas indeks sektoral bergerak melemah. Sektor energi turun 1,38 persen, sektor perindustrian melemah 1,33 persen, properti dan real estat turun 0,92 persen, serta infrastruktur terkoreksi 0,91 persen.
Sektor barang baku juga melemah 0,79 persen, kesehatan turun sekitar 0,65 persen, transportasi melemah 0,42 persen, dan barang konsumen nonprimer turun 0,40 persen.
Pada sesi tersebut, sektor keuangan menjadi satu-satunya sektor yang masih mampu berada di zona hijau.
Saham GOTO hingga UNTR Tertekan
Tekanan terhadap IHSG juga terlihat dari pelemahan sejumlah saham yang tergabung dalam indeks LQ45.
Pada sesi pertama, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) turun 3,23 persen menjadi Rp30 per saham.
Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) juga melemah 2,98 persen menjadi Rp25.225, sementara PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) terkoreksi 2,51 persen menjadi Rp2.330 per saham.
Di sisi lain, sejumlah saham masih mampu bertahan di zona hijau. PT Indika Energy Tbk (INDY) naik 1,85 persen menjadi Rp2.760, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menguat 1,75 persen menjadi Rp2.320, dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) naik 1,09 persen menjadi Rp6.925 per saham.
Berbalik dari Penguatan Sehari Sebelumnya
Pelemahan IHSG hari ini terjadi setelah indeks mencatatkan kenaikan cukup kuat sehari sebelumnya.
Pada Selasa, IHSG menguat 1,21 persen ke level 6.192,93. Saat itu sebanyak 511 saham menguat, 198 saham melemah, dan 254 saham stagnan.
Volume perdagangan tercatat mencapai 46,99 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp12,27 triliun. Seluruh indeks sektoral ketika itu berada di zona hijau, dengan sektor transportasi, teknologi, dan energi mencatat kenaikan tertinggi.
Dengan penutupan hari ini di kisaran 6.146, IHSG kehilangan sebagian penguatan yang dicatat pada perdagangan sebelumnya.
Pergerakan indeks pada perdagangan berikutnya akan kembali dipengaruhi sentimen global maupun domestik, termasuk arah kebijakan moneter Amerika Serikat serta pergerakan saham-saham berkapitalisasi besar yang menjadi penopang utama IHSG.
