— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak melemah pada perdagangan Senin (21/9/2026) pagi. Berdasarkan data Investing.com hingga pukul 09.20 WIB, IHSG berada di posisi 6.424,87, turun 16,29 poin atau 0,25 persen dibandingkan level penutupan sebelumnya yang berada di 6.441,16.

Pergerakan IHSG pada awal perdagangan berlangsung fluktuatif. IHSG sempat dibuka pada level 6.446,90 dan naik hingga menyentuh 6.451,33 sebelum berbalik arah. Indeks kemudian turun ke level terendah 6.408,37. Hingga pukul 09.20 WIB, IHSG masih berada di zona merah pada level 6.424,87.

Saham Energi Ikut Berada di Bawah Tekanan

Pelemahan indeks utama turut diikuti pergerakan saham sektor energi. Data perdagangan pagi menunjukkan indeks IDX Energy berada di level 3.255,54, turun 7,48 poin atau 0,23 persen.

Tekanan tersebut terlihat dari pergerakan sejumlah saham energi yang mengalami koreksi. Meski demikian, tidak seluruh saham dalam sektor ini bergerak negatif. Beberapa emiten justru masih mencatatkan kenaikan harga, sehingga pergerakan sektor energi pada awal perdagangan cenderung beragam.

Deretan Saham Energi yang Mengalami Penurunan

Adaro Andalan Indonesia menjadi salah satu saham energi yang mengalami koreksi pada perdagangan pagi. Saham tersebut turun 3,34 persen dan berada di level 11.575.

Bayan Resources juga bergerak melemah dengan penurunan 3,25 persen ke level 13.375. Sementara itu, Super Energy terkoreksi 3,33 persen menjadi 2.900.

Penurunan lainnya terjadi pada Sillo Maritime Perdana yang turun 2,21 persen ke level 2.660. Golden Eagle Energy menyusul dengan koreksi 1,37 persen ke level 2.870.

Bukit Asam juga berada di zona merah dengan penurunan 1,29 persen ke level 3.050. Indo Tambangraya tercatat melemah 0,94 persen menjadi 26.450.

Baramulti Suksessarana turun 0,40 persen ke level 4.940, sedangkan Alamtri Resources Indonesia terkoreksi 0,38 persen ke level 2.630.

Sejumlah Saham Energi Masih Menguat

Di tengah tekanan yang terjadi pada sebagian besar saham energi, sejumlah emiten masih mampu mencatatkan kenaikan harga pada perdagangan pagi.

Paragon Karya Perkasa mencatat penguatan paling tinggi dalam daftar saham energi pada data tersebut. Saham ini naik 4,65 persen ke level 4.500.

Prima Andalan Mandiri juga menguat 2,50 persen ke level 3.690. Petrosea mencatat kenaikan 1,88 persen dan berada di level 5.425.

Golden Energy Mines bergerak naik 1,37 persen ke level 7.375. Indika Energy turut menguat 1,10 persen menjadi 2.760, sementara Raharja Energi Cepu naik 0,71 persen ke level 4.240.

ABM Investama menjadi saham energi lainnya yang mencatatkan penguatan, yakni sebesar 0,36 persen ke level 2.770.

Mitrabahtera Segara Bergerak Stabil

Sementara itu, Mitrabahtera Segara menjadi salah satu saham energi yang belum mengalami perubahan harga pada perdagangan pagi.

Saham tersebut berada di level 2.900 dengan perubahan 0,00 persen. Kondisi ini menunjukkan pergerakan saham energi pada awal sesi perdagangan tidak sepenuhnya mengikuti arah pelemahan IHSG.

Dengan IHSG masih berada di zona merah hingga pukul 09.20 WIB, investor mencermati pergerakan masing-masing saham energi yang menunjukkan respons berbeda. Sebagian emiten mengalami koreksi, sementara lainnya masih mampu bergerak menguat atau bertahan di level sebelumnya.