— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup sesi pertama perdagangan Rabu (14/10/2026) di zona hijau. Indeks bertambah 48,31 poin atau 0,82 persen ke posisi 5.974,28, meskipun sepanjang perdagangan bergerak fluktuatif dalam rentang 5.902 hingga 6.009.

Penguatan pasar saham domestik turut terlihat dari mayoritas saham yang bergerak naik. Sebanyak empat emiten mencatat lonjakan harga lebih dari 24 persen hingga menyentuh batas auto rejection atas (ARA), termasuk PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ). Di sisi lain, sejumlah saham justru terkoreksi tajam dan masuk daftar top losers.

Transaksi Saham Mencapai Rp6,23 Triliun

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan pada sesi I mencapai 18,13 miliar saham. Nilai transaksi tercatat sebesar Rp6,23 triliun dengan frekuensi sebanyak 884.898 kali perdagangan.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 391 saham menguat, sementara 227 saham melemah dan 170 saham tidak mengalami perubahan harga. Indeks LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar juga mencatat kenaikan sebesar 1,24 persen.

Seluruh sektor saham berada di wilayah positif pada akhir sesi pertama. Sektor teknologi memimpin dengan kenaikan 2,86 persen. Berikutnya, sektor properti menguat 2,03 persen, perindustrian naik 1,48 persen, barang baku bertambah 1,26 persen, dan energi meningkat 0,84 persen.

Sementara itu, bursa Asia memperlihatkan pergerakan yang beragam. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 0,23 persen dan Nikkei Jepang menguat 0,7 persen. Sebaliknya, Straits Times Singapura turun 0,14 persen, sedangkan indeks Shanghai China melemah 0,11 persen.

SONA, BLTZ, PTSP, dan ARTA Melonjak

Empat saham mencatat kenaikan harga tertinggi pada sesi pertama perdagangan. PT Sona Topas Tourism Industry Tbk (SONA) memimpin kelompok tersebut dengan kenaikan 25 persen ke Rp3.450 per saham.

PT Graha Layar Prima Tbk (BLTZ) menyusul setelah harganya melonjak 24,93 persen menjadi Rp4.210. Berikutnya, PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) menguat 24,77 persen ke Rp1.335, sedangkan PT Arthavest Tbk (ARTA) naik 24,65 persen ke Rp2.680.

Keempat saham tersebut menyentuh batas auto rejection atas sesuai data perdagangan yang disampaikan.

SOSS Memimpin Daftar Saham Top Losers

Berbanding terbalik dengan saham-saham yang menguat, PT Alsok Indonesia Services Tbk (SOSS) menjadi saham dengan penurunan terdalam. Harganya merosot 14,92 persen ke Rp1.055 dan menyentuh batas auto rejection bawah (ARB).

Tekanan jual juga terjadi pada PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), yang turun 11,02 persen menjadi Rp525. PT Asuransi Maximus Graha Persada Tbk (ASMI) melemah 10,34 persen ke Rp26 per saham.

Selain itu, PT Hassana Boga Sejahtera Tbk (NAYZ) terkoreksi 10 persen ke Rp90. Adapun PT Alakasa Industrindo Tbk (ALKA) turun 9,29 persen ke Rp7.075.

Pergerakan yang kontras tersebut menunjukkan bahwa penguatan IHSG pada sesi pertama tidak diikuti kenaikan harga seluruh saham di pasar.